Surabaya, Bhirawa.
Tahun demi tahun siaran tadarrus Al-Qur’an RRI Surabaya, yang digelar sejak tahun 1953, selalu terdapat perkembangan. Tahun ini acara tersebut bakal digelar kembali melalui siaran Pro-1 dan Pro-4. Bila tahun lalu siaran tersebut juga direlay oleh stasiun RRI kota lain, seperti, Tuban, Kediri, dan Malang, maka tahun 2026 ini bakal disiarkan juga oleh stasiun TV 9.
Hal itu terungkap dalam rapat persiapan tadarus yang diselenggarakan di Depot Ampel, Jl. Wali Kota Mustajab Surabaya, Jumat (13/02/26). Hadir dalam rapat tersebut, Rais Syuriyah PCNU Surabaya, KH Ahmad Dzul Hilmi Ghozali, selaku nara sumber dalam sesi dialog interaktif pada acara tadarus tersebut, Ketua Jam’iyatul Qurra wal Hufffadz Kota Surabaya, Ust. H. Fathoni Abdullah, Kepala Stasiun RRI Surabaya, reporter dan TV 9, para peserta tadarus, dan hadirin yang lain.
Siaran tadarus tahun ini, mungkin akan lain dengan tadarus pada tahun-tahun sebelumnya, karena ditinggalkan oleh sang moderator interaktif Almarhun Ust. Abil Malik. Sebagai gantinya, Insya Allah akan digantikan oleh Gus Mujab, pengasuh salah satu pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an yang juga cucu menantu dari Almaghfurlah KH Nawawi Muhammad, Imam Besar Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya.
Sementara itu, KH Ahmad Dzul Hilmi, dalam arahannya mengharapkan, agar para pembaca tadarus berhati-hati dalam membaca, karena acara ini dijadikan teladan bagi masyarakat luas. “Acara ini merupakan acara langka dan menarik serta patut dijadikan contoh dan teladan bagi masyarakat luas. Acara ini juga banyak peminatnya. Terbukti saat acara interaktif, banyak masyarakat yang memberikan apresiasi. Bahkan dari luar kota Surabaya,” kata Yai Dzul Hilmi.
Diakui Yai Dzul Hilmi, teladan utama yang ditonjolkan dalam tadarus tersebut adalah tajwid, namun hal ini tidak juga bisa lepas dengan suara dan lagu. Dan hal ini adalah sesuai dengan anjuran Nabi untuk menghiasi bacaan Al-Qur’an dengan suara dan lagu. Oleh karena itu, misi dari tadarus ini adalah menampilkan bacaan dengan tajwid yang benar. Namun, tidak menutup kemungkinan berkembang ke suara dan lagu. “Dan, Alhamdulillah, semua pembaca dalam tadarus ini adalah qari’,” jelas Yai Dzul Hilmi.[ca.hel]


