Dindik Jatim, Bhirawa
SMK berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) jadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai bagian dari transformasi layanan publik. Tak hanya itu melalui SMK BLUD Pemprov Jatim akan memperkuat dan meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Saat ini total 44 SMK Negeri di Jawa Timur berstatus BLUD.
Paparan penguatan startegi dan pengembangan SMK BLUD itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Menurutnya, SMK BLUD dirancang sebagai model penguatan pendidikan vokasi yang mandiri, adaptif, dan kolaboratif.
Melalui skema tersebut, sekolah vokasi didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun jejaring kuat dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
“Pengembangan SMK BLUD di Jawa Timur diarahkan untuk memperkuat jejaring vokasi sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusan SMK memiliki daya saing tinggi dan siap memasuki dunia kerja,” ujar Aries usai menjadi narasumber dalam forum Jatim Retreat 2026 dengan materi bertajuk “Kinerja SMK BLUD dan Strategi Inovasi ke Depan”, Jumat lalu (16/1).
Kadindik menyebut keberadaan SMK BLUD menjadi jawaban atas dinamika dunia kerja yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi, digitalisasi, serta kebutuhan industri yang semakin spesifik.
“SMK BLUD adalah jawaban atas tantangan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Inisiasi SMK BLUD bukan hanya menggali potensi anak-anak kita hari ini, tetapi merupakan investasi paling berharga untuk masa depan mereka, bagi Jawa Timur, dan bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aries menyampaikan bahwa melalui skema BLUD, SMK memiliki fleksibilitas dalam mengelola unit produksi, memperluas kemitraan industri, serta mengoptimalkan potensi sekolah sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip value for money dalam pengelolaan SMK BLUD agar setiap program dan inovasi yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Setiap kebijakan dan inovasi di SMK BLUD harus memberikan dampak langsung bagi peserta didik, dunia industri, dan masyarakat. Efektivitas dan kebermanfaatan menjadi kunci,” ujarnya.
Sementara itu, sebagai informasi Jatim Retreat 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan forum strategis lintas sektor untuk memperkuat sinergi, inovasi pembiayaan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026) lalu.
Hadir dalam forum ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyukseskan pelaksanaan Jatim Retreat 2026.
Forum ini diikuti oleh 135 peserta yang berasal dari unsur birokrasi, BUMD, RSUD, hingga penyelenggara layanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, Jatim Retreat 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat komitmen bersama, serta memastikan seluruh elemen pemerintahan di Jawa Timur bergerak selaras di tengah tantangan fiskal dan dinamika pembangunan yang semakin kompleks.
“Forum ini merupakan momentum untuk menyatukan arah, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh elemen birokrasi, BUMD serta layanan publik di Jawa Timur bergerak dalam satu frekuensi sama di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis,” tegas Khofifah.
Dalam forum tersebut, turut hadir Guru Besar ITS Surabaya, Prof. Mohammad Nuh, yang memaparkan materi terkait kepemimpinan strategis dan creative financing dalam pemerintahan. Kehadiran berbagai narasumber lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif kebijakan pembangunan daerah.
Melalui Jatim Retreat 2026, Pemprov Jawa Timur berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar sektor, lahir inovasi pembiayaan yang berkelanjutan, serta terwujud layanan publik yang lebih efektif, termasuk dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui SMK BLUD sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Jawa Timur ke depan. [ina.wwn]
SMK BLUD Jadi Strategi Pemprov Jatim Perkuat Pendidikan Vokasi, Dorong Perluasan Jejaring Vokasi dan kolaborasi DUDI

