24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Seteguk Kasih di Usia Senja: Kisah Petugas UPT PSTW Banyuwangi Menyuapi Lansia dengan Penuh Cinta

Banyuwangi, Bhirawa
Di sebuah ruang perawatan sederhana di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Banyuwangi, suasana haru dan kehangatan begitu terasa. Seorang petugas perlahan menyuapi sesendok nasi ke mulut seorang lansia yang terbaring lemah. Sambil tersenyum, ia mengajak sang nenek berbicara ringan, menanyakan kabar hari itu, atau sekadar bercerita tentang cuaca di luar.

Bagi sebagian orang, aktivitas itu mungkin tampak sederhana. Namun bagi para petugas di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ini, menyuapi dan menemani para lansia bukan sekadar tugas – melainkan panggilan hati.

Setiap hari, mereka menjalani rutinitas yang penuh kesabaran: mengantarkan makanan, membantu makan, membersihkan tubuh, hingga menemani bercengkerama. Di balik setiap sendok yang disuapkan, tersimpan ketulusan dan empati yang menjadi energi tersendiri bagi para penghuni panti di usia senjanya.

Bagi lansia yang mengalami penurunan kemampuan fisik atau motorik, UPT PSTW Banyuwangi menyediakan Ruang Perawatan Khusus (RPK). Di sinilah para penerima manfaat (PM) yang dalam kondisi bedrest mendapatkan pendampingan penuh dari perawat dan petugas jaga.

Kondisi fisik yang menurun sering kali diiringi dengan perubahan emosi dan psikis. Tak jarang, para lansia membutuhkan bukan hanya tangan yang membantu, tetapi juga hati yang memahami. Karena itu, setiap interaksi kecil – senyum, sapaan, atau obrolan ringan – menjadi terapi sosial yang sangat berharga.

Berita Terkait :  Kekeringan Mulai Landa Bojonegoro, Dua Desa Minta Bantuan Air Bersih

”Kadang mereka lebih semangat makan kalau disuapi sambil diajak ngobrol,” tutur salah satu petugas dengan lembut.

”Yang penting mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” imbuh petugas ini.

Kegiatan pengantaran dan penyuapan makanan dilakukan secara rutin, termasuk pada Rabu (8/10). Plt Kepala UPT PSTW Banyuwangi, Wahjukartika Anggarawati SP, mengapresiasi semangat para petugas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para lansia.

”Kami berharap seluruh penerima manfaat dapat tercukupi kebutuhan gizinya setiap hari agar kesehatannya tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih dari sekadar memastikan pemenuhan gizi, Wahjukartika menilai bahwa momen menyuapi makan juga menjadi bentuk nyata perhatian dan kasih sayang. ”Mereka bukan sekadar warga binaan, tetapi keluarga besar kami di sini,” tambahnya.

Kegiatan di UPT PSTW Banyuwangi menjadi cerminan bahwa pelayanan sosial bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan dasar, melainkan juga menjaga martabat dan kebahagiaan di masa tua. Para petugas berusaha menghadirkan suasana penuh kasih, agar setiap lansia tetap merasa berarti dan dihargai.

Di balik setiap suapan, tersimpan pesan mendalam: bahwa kepedulian manusia tak mengenal usia. Di usia senja pun, kasih sayang tetap menjadi vitamin terbaik untuk jiwa. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru