25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Sesalkan Kepala OPD Tidak Hadir, Bupati Ajak Siswa-Siswi Kunjungi Pameran Temporer Museum


Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, gatut Sunu Wibowo, mengajak siswa-siswi di Kota Marmer untuk berkunjung ke Museum Daerah Tulungagung. Apalagi saat ini tengah berlangsung Pemeran Temporer Museum selama tiga hari, mulai Selasa (21/10) sampai Kamis (23/10).

“Kami mengundang adik-adik siswa-siswi di Tulungagung ke museum ini agar cinta budaya Tulungagung,” ujar Bupati Gatut Sunu usai membuka Pameran Temporer Museum di Museum Daerah Tulungagung, Selasa (21/10).

Menurut dia, gelaran Pameran Temporer Museum bisa menginsipirasi bagi seluruh warga Tulungagung, utamanya bagi anak muda. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan budaya ini,” terangnya.

Namun demikian, Bupati Gatut Sunu sempat geram dan menyesalkan ketidakhadiran sejumlah camat dan pejabat kepala OPD lingkup Pemkab Tulungagung dalam acara pembukaan pameran tersebut. Terlebih Pameran Temporer Museum merupakan rangkaian acara dalam peringatan Hari Jadi Tulungagung ke-820.

“Ini akan kami evaluasi. Staf harus tegak lurus dengan bupati. Tidak boleh terjadi lagi,” tandasnya.

Selanjutnya, Bupati Gatut Sunu Wibowo, membeberkan jika saat ini telah diprogram untuk pembangunan Gedung Museum Daerah Tulungagung yang representatif. Anggarannya sedang diajukan ke Pemerintah Pusat.

“Kami akan kawal program ini. Nantinya Museum Daerah Tulungagung akan menjadi luar biasa,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Aris Wahyudianto, mengungkapkan ada lima museum luar daerah dan lima komunitas sejarah lokal yang meramaikan acara Pameran Temporer Museum dengan tema Lintas Masa Peradaban Bangsa itu.

Berita Terkait :  Grade X Vol 6, FIK Ubaya Pamerkan Karya Inovasi Kerberlanjutan

Lima museum luar daerah tersebut yakni, Museum Keraton Sumenep, Museum Sepuluh Nopember, Museum Airlangga, Museum FIB Unair dan Museum Kedaton Wayang Sukoharjo.

“Sedang lima komunitas sejarah asal Tulungagung adalah tim ahli cagar budaya Tulungagung, Museum Desa Tenggar, Mustika Antika Jaya, Komunitas Asta Gayatri dan Komunitas Aji Nyawiji,” bebernya.

Pameran menyuguhkan beberapa koleksi dari museum dan komonitas sejarah itu. Termasuk photobooth, panggung ekspresi dan painting exibition.

Aris mengakui pula jika Museum Daerah Tulungagung bakal direnovasi secara total. Ia menyebut saat ini rencana renovasi sedang proses penganggaran oleh Pemerintah Pusat.

“Sekarang proses koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan. Tahun depan bisa terakomodir. Nanti museum lebih terpusat dan punya ruang pamer yang representatif. Kalau menurut DED-nya akan direhab total,” pungkasnya. [wed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru