24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Semua Suku Terbaik Namun Tidak Ada yang Sempurna

Oleh:
Sihabuddin
Penulis adalah Dosen Prodi Ilmu KomunikasiUniversitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri dari berbagai suku mulai dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku bangsa tersebut memiliki budaya yang unik, menarik, anggun dan mempesona yang membedakan antar satu suku dengan suku yang lain. Itulah kenapa Indonesia disebut sebagai negara yang kaya akan budaya karena setiap suku yang menurut sensus BPS 2010 berjumlah 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa memiliki budaya yang berbeda-beda. Tentu ini suatu hal yang luar biasa, sebab hanya segelintir negara dari ratusan negara di dunia yang bisa menyatukan berbagai suku bangsa yang jumlahnya ratusan dalam satu negara.

Salah satu alasan kenapa Indonesia mulai dari tahun kemerdekaan 1945 tetap bersatu sampai saat ini 2025 meski dengan berbagai latar belakang yang berbeda, karena saling menghargai setiap perbedaan yang ada dan sadar negara Indonesia dibangun dengan pondasi yang berbeda-beda, termasuk perbedaan suku. Perilaku saling menghargai antar suku ini dirawat dan dipupuk melalui jalur pendidikan, keagamaan, sosial dan lainnya agar persaudaraan semakin erat.Di mata pelajaran sekolah dengan bimbingan para guru para siswa dididik agar bisa menghargai perbedaan, di tempat ibadah para tokoh agama menyeru agar tetap menjaga toleransi yang tinggi antar pemeluk agama dan antar anggota suku, di kegiatan sosial para tokoh masyarakat menghimbau untuk selalu menjaga ketertiban dan kerukunan antar suku dan agama. Didikan, seruan dan himbauan dalam menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan demi kepentingan dan kenyaman bersama dalam kehidupanbermasyarakat.Maka tidak heran di berbagai daerah khususnya di kota-kota besar setiap anggota suku mulai dari Jawa, Melayu, Batak, Sunda, Madura, Bali, Betawi dan sebagainya hidup berdampingan dan bersaudara seperti tidak ada perbedaan.

Berita Terkait :  Hentikan Buang Air Kecil Sembarangan

Kurang rasanya membahas fenomena perbedaan antar suku di media massatapi tidak membahas definisi atau pengertian dari suku itu sendiri karena dikhawatirkan akan terjadi kesalahan persepsi pembaca, sebab pembaca media massa sangat beragam latar belakangnya. Adapun definisi atau pengertian suku menurut Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suku berarti golongan orang-orang (keluarga) yang seturunan.Suku juga dapat diartikan sebagai golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang besar.Sedangkan menurut Koentjaraningrat seorang antropolog Indonesia menjelaskan pengertian atau definisi dari suku bangsa adalah sekumpulan manusia yang bersatu dalam budaya secara sadar dan juga terikat identitas.Kesadaran dan identitas ini pada akhirnya dapat memperkuat kesatuan antarmasyarakat.

Saat ini di era media sosial keharmonisan antar suku di Indonesia yang ditanam sejak jauh sebelum Indonesia merdeka dicederai dengan fenomena ejekan antar suku.Kata-kata tidak pantas dan saling menjatuhkan antar suku mudah ditemui di media sosial.Kata-kata yang biasa ditemui jika ada fenomena tidak menyenangkan yang dilakukan oleh oknum di suatu tempat seperti “Tebak suku?” “Jawa Hama” “Padang Pelit” “Cewek Sunda Matre” “Medan Rayap Besi” “Timor Bikin Onar” “Batak Kasar” “Madura Ruwet” “Bali Rasis ke Wisatawan Lokal” dan kata-kata jelek lainnya yang disandangkan pada suatu suku tertentu disertai dengan ucapan-ucapan tidak pantas lainnya. Padahal tidak ada satu pun suku di Indonesia yang memperbolehkan anggotanya untuk saling menghujat apalagi sampai menghujat suatu kelompok besar yang terdiri dari banyak orang seperti suku atau etnis karena ini sangat tidak elok dan berpotensi menimbulkan konflik besar.

Berita Terkait :  Rakerda DP KORPRI Kota Batu Soroti Profesionalisme ASN

Setiap suku di Indonesia pasti menganut kepercayaan bahkan banyak suku yang identik dengan agama atau kepercayaan tertentu dan tidak ada satupun agama atau kepercayaan yang diakui oleh pemerintah Indonesia mengajarkan untuk berbuat jahat atau merugikan orang lain. Maka dari itu, jika ada anggota dari suatu suku berbuat tidak baik jangan dilihat dari sukunya apalagi sampai memukul rata perilaku kejahatan oknum anggota suatu suku dengan seluruh anggota sukunya, sebab individu dan suku berbeda. Jika perilaku jahat individu dijadikan gambaran semua anggota suku maka tidak akan pernah ada suku yang baik karena setiap suku selalu ada oknum yang tidak baik yang mencoreng nama sebuah suku.Oknum yang berperilaku tidak baik pada sebuah suku berjumlah sangat kecil dibandingkan dengan jumlah anggota suku.Jika mayoritas bahkan semua anggota suku tidak baik maka suku tersebut akan punah dengan sendirinya karena akan selalu ada kejahatan yang tidak bisa diatasi disebabkan masalah belum tuntas muncul masalah-masalah baru bahkan berkali-kali lipat dan perselisihan bahkan yang menyebabkan kematian bisa menjadi jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah. Namun buktinya hingga kini pertumbuhan penduduk Indonesia di setiap suku selalu meningkat setiap tahunnya, menandakan aman-aman saja.Bahkan steriotipe negatif yang dimunculkan pada suatu suku banyak yang tidak terbukti setelah terjun langsung ke masyarakat dimana suku tersebut tinggal.Maka dari itu, jika ada yang berbuat tidak baik jangan pernah menyalahkan bahkan melebeli sukunya.Tapi salahkan orangnya karena anggota suku lainnya tidak tahu tentang permasalahannya.

Berita Terkait :  Pekik Salam Pancasila Bergaung di Kenduri Kebhinekaan, Ketua Komisi A : Masyarakat Jangan Mudah Terpolarisasi

Memang terkadang baik dan tidaknya sebuah perilaku dalam sebuah suku sifatnya objektif yang ukurannya tidak bisa diukur dengan suku lain karena alat ukurnya berbeda.Adat atau perilaku suatu suku yang dianggap aneh atau tidak wajar dipandangan suku yang lain selama tidak merugikan suku lain tidak sepantasnya dihina atau direndahkan.Karena bagi setiap anggota suku, sukunya lah yang terbaik dengan kriteria penilaian dari suku tersebut.Maka dari itu, semua suku di Indonesia adalah yang terbaik meski tidak ada suku yang sempurna sebab akan selalu ada oknum di antara anggota suatu suku yang tidak baik atau kurang baik yang bisa mencemarkan nama sebuah suku.

———– *** —————

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru