Pemprov, Bhirawa
Menyambut libur Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan wisatawan dan kesiapan pengelola destinasi wisata dalam menjaga keamanan serta kenyamanan berwisata.
Peningkatan kunjungan wisatawan pada momen pergantian tahun dinilai perlu diantisipasi dengan pengelolaan yang terukur dan berbasis mitigasi risiko.
Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari mengimbau wisatawan agar tidak memaksakan aktivitas wisata apabila kondisi cuaca dan situasi di lapangan tidak memungkinkan.
“Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dibandingkan agenda perjalanan. Wisatawan diminta untuk selalu mematuhi rambu, aturan destinasi, serta arahan petugas,* katanya, Minggu (28/12)
Disampaikannya, kewaspadaan khusus diperlukan di destinasi wisata alam terbuka, baik pegunungan maupun pantai. Risiko bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim hujan.
” Oleh karena itu, wisatawan diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan kemampuan fisik, serta tetap menghormati alam dan kearifan lokal,” tandasnya.
Pemprov Jatim melalui Disbudpar Jatim juga mengoptimalkan penyampaian informasi kepada wisatawan melalui media sosial resmi, papan informasi di lokasi wisata, serta petugas informasi di lapangan. Informasi yang disampaikan meliputi kondisi terkini destinasi, kapasitas pengunjung, cuaca, hingga potensi risiko yang perlu diantisipasi.
Wisatawan didorong untuk mengakses sumber informasi resmi seperti media sosial @disbudparjatim, @jatimpemprov, @infobmkgjuanda, @eastjavatrip.id, serta TIC Digital Nusantara Jawa Timur melalui laman bit.ly/TICJATIM.
Sebagai pilihan liburan Tahun Baru yang aman dan ramah keluarga, Disbudpar Jatim merekomendasikan kunjungan ke destinasi wisata dengan pengelolaan terstruktur dan risiko relatif rendah, seperti museum, taman rekreasi keluarga, desa wisata berbasis masyarakat, serta kawasan cagar budaya dan sejarah. Beberapa di antaranya adalah Trowulan, Candi Penataran, Candi Singhasari, Desa Wisata Pujon Kidul, dan Desa Wisata Osing Banyuwangi.
Evy menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan wisata sangat bergantung pada kerja sama semua pihak, baik pemerintah, pengelola destinasi, maupun wisatawan.
Dengan perencanaan matang, kepatuhan terhadap aturan, dan kesadaran akan keselamatan, libur Tahun Baru 2026 di Jawa Timur diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi wisatawan sekaligus mendorong kebangkitan pariwisata daerah secara berkelanjutan. [rac.gat]

