Sampang, Bhirawa
Kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan pajak di RSUD Mohammad Zyn, Sampang, terus bergulir dengan pengeledahan oleh kejaksaan beberapa waktu lalu. Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes), termasuk dokter, mulai menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Belakangan muncul dokter spesialis ortopedi mengundurkan diri dari RSUD Sampang.
Humas RSUD Mohammad Zyn Sampang, Amin Jakfar Sadik, membantah kabar dokter spesialis ortopedi di RSUD Mohammad Zyn mengundurkan diri karena kasus hukum. Menurutnya, dokter yang bersangkutan mengajukan perpindahan tugas, bukan berhenti bekerja, Kamis (15/1).
”Bukan mundur, melainkan mengajukan pindah kerja ke Kediri. Jadi kurang tepat jika dikatakan mengundurkan diri. Sesuai prosedur, jika ada yang pindah, maka harus ada penggantinya. Insyaallah, penggantinya sudah ada,” jelas Amin.
Selain menepis isu pengunduran diri, Amin menyampaikan pihak RSUD Mohammad Zyn justru akan mendapatkan tambahan tenaga medis baru untuk memperkuat pelayanan.
”Malah kami akan mendapatkan tambahan dokter bedah digestif baru,” tandasnya. [lis.fen]

