24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

RSUB Jadi Benteng Ketahanan Kesehatan Penyakit Inveksi


Malang, Bhirawa
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, menegaskan bahwa Jawa Timur kini memiliki benteng pertahanan kesehatan yang lebih solid dengan dioperasikannya Infectious Disease Center (Pusat Penyakit Infeksi) berstandar global di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).

Fasilitas ini dinilai krusial dalam mempercepat respon klinis dan deteksi dini terhadap berbagai mutasi virus, termasuk meredam kepanikan masyarakat terkait isu “Super Flu”.

Ditemui usai peresmian fasilitas hasil kolaborasi dengan Uni Eropa dan Jerman tersebut, Sabtu (10/1) akhir pekan kemarin.

Prof. Erwin memberikan klarifikasi khusus terkait temuan 18 kasus “Super Flu” di wilayah Malang. Ia menekankan bahwa data yang beredar merupakan hasil surveilans lama dan bukan merupakan ancaman wabah baru.

“Kami sampaikan bahwa 18 sampel yang terdeteksi di Kota Malang itu adalah pasien dari periode September hingga November tahun lalu. Semua pasien sudah sembuh sempurna. Jadi, masyarakat tidak perlu panik, karena ini adalah bagian dari dinamika mutasi virus di daerah tropis yang terus kita pantau,” tegas Erwin.

Pihaknya menambahkan, kehadiran Pusat Penyakit Infeksi di RSUB sangat membantu kerja Dinkes Jatim dalam melakukan surveilans penyakit menular bagi 42 juta warga Jatim. Dengan adanya laboratorium BSL-2 dan ruang isolasi terintegrasi, proses penanganan kasus infeksius di wilayah Malang Raya akan jauh lebih cepat dan akurat.

Berita Terkait :  HUT Korpri Ke-54, Pemkot Mojokerto Berbagi Rejeki untuk 87 Balita Stunting dan Lansia Sebatang Kara

“Jatim butuh kapasitas respon klinis tinggi seperti yang dimiliki RSUB sekarang. Ini adalah langkah preventif agar kita tidak lagi gagap saat menghadapi ancaman pandemi atau penyakit baru di masa depan,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc., menyebut pengoperasian fasilitas ini sebagai wujud nyata hilirisasi riset kampus. UB kini berkomitmen memberikan solusi nyata atas krisis kesehatan global melalui integrasi layanan spesialis dan riset mutakhir.

“Kami ingin memastikan RSUB siap dengan deteksi dini dan respons klinis yang mumpuni melalui fasilitas yang didukung oleh program Global Gateway dari Uni Eropa ini,” ujar Prof. Widodo.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, bersama Duta Besar Jerman, Ralf Beste, yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan ini. Investasi teknologi kesehatan terbaik dunia ini diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Jawa Timur.

Direktur RSUB, Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes, menjelaskan bahwa gedung baru ini dirancang sangat inklusif dan modern. Tersedia instalasi gawat darurat (IGD) khusus infeksi hingga fasilitas penitipan anak untuk transit kasus non-definitif guna mencegah risiko penularan silang.

Di akhir pernyataannya, Kadinkes Jatim Prof. Erwin kembali berpesan agar masyarakat tetap mengedepankan pola hidup sehat.

“Kunci menghadapi mutasi virus adalah nutrisi seimbang dan istirahat cukup. Gunakan masker secara selektif, terutama bagi yang sedang sakit agar tidak menularkan kepada orang lain,” pungkasnya. [mut.gat]

Berita Terkait :  Pemkot Batu Siapkan Perlindungan Indikasi Geografis Lindungi Petani Apel

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru