Pemprov Jatim, Bhirawa
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Nusantara Sejahtera (BNS) Ponorogo merayakan hari jadinya yang ke-15 di Aula LPK BNS, Dusun Sewelut, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Acara dihadiri jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ponorogo, pimpinan LPK BNS, serta tamu undangan dari berbagai unsur terkait.
Saat membacakan sambutan Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Jatim Arif Khamzah menyampaikan apresiasi atas kontribusi LPK BNS selama 15 tahun dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada LPK BNS Ponorogo atas kontribusi berkelanjutan dalam penguatan SDM melalui penyelenggaraan pelatihan kerja,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah secara keseluruhan. Karena itu, keberadaan lembaga pelatihan kerja dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja dengan dunia usaha dan industri.
Ia menegaskan, ke depan pembangunan ketenagakerjaan perlu diarahkan secara visioner melalui beberapa langkah utama, di antaranya peningkatan relevansi kompetensi tenaga kerja, penguatan peran lembaga pelatihan sebagai pusat inovasi SDM, pemanfaatan teknologi digital dalam pelatihan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan tersebut juga disoroti peran LPK sebagai Sending Organization (LPK SO) yang memiliki fungsi strategis dalam penyiapan tenaga kerja Indonesia untuk pasar kerja internasional, khususnya Jepang.
Peran tersebut meliputi pendampingan peserta, rekrutmen dan seleksi calon tenaga kerja, penyelenggaraan pelatihan bahasa dan budaya Jepang, hingga pemenuhan dokumen serta prosedur penempatan sesuai ketentuan kedua negara.
“Momentum hari jadi ke-15 ini hendaknya menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen menjaga kualitas, memperluas kemitraan, serta meningkatkan kontribusi nyata LPK dalam ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.
Perayaan HUT LPK BNS Ponorogo ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dapat terus terjalin demi peningkatan kualitas tenaga kerja di Jawa Timur.[rac.ca]

