Sidoarjo, Bhirawa
Ratusan SMA, SMK dan SLB negeri/swasta se Sidoarjo dan Surabaya deklarasikan Sekolah Bersih Bebas Sampai Plastik. Deklarasi ini digagas langsung Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Sidoarjo-Surabaya Kiswanto di SMAN 4 Sidoarjo, Rabu (4/3). Kegiatan ini menindak lanjuti arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam pencanangan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah yang berada di wilayah Jawa Timur.
Pencanangan gerakan bebas sampah plastik yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jatim tersebut diyakini Gubernur Khofifah menjadi langkah konkret membangun kesadaran kolektif pentingnya menjaga lingkungan.
Tidak hanya itu, pencanangan ini juga menjadi tindak lanjut dan semangat dari Jatim untuk mewujudkan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) sebagaimana diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto
Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Sidoarjo-Surabaya, Kiswanto mengungkapkan deklarasi tersebut untuk mendukung program Pemprov Jatim dan Dindik Jatim Tentang bebas sampah plastik di lingkungan sekolah.
“Kalau kunjungan ke sekolah kan sangat terbatas. Dengan deklarasi dan penandatanganan ini semua punya komitmen dari SMA, SMK dan SLB negeri juga swasta. Kita perankan semua,”jelasnya, Rabu (4/3).
Dari deklarasi ini, lanjut Kiswanto, sekolah harus mensosialisasikan mulai dari kantin sekolah. Sebab, penggunaan terbanyak kemasan sampah plastik ada di kantin sekolah. Karenanya sosialisasi akan dilakukan secara masif dan bertahap di kantin sekolah.
Apalagi, tambah dia, sekolah yang terlanjur kerjasama dengan perusahaan air minum. Ia menyarankan agar kerjasama tersebut dilanjut dengan bentuk minuman galon. “Dari bebas sampah plastik ini akan ditindak lanjuti dengan inovasi-inovasi yang akan digagas sekolah. Seperti daur ulang sampah plastik,” ucapnya.
Hasil deklarasi tambah Kiswanto akan diteruskan ke warga sekolah masing-masing dengan komitmen dalam menjaga kebersihan. Ia berharap baik dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru hingga siswa memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ASRI.
Usai deklarasi, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Sidoarjo-Surabaya juga menggelar kegiatan Coaching Cloning Sukses E-JIES 2026 dengan menghadirkan Prof Warsono sebagai pembicara. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan sekolah-sekolah agar mampu meraih prestasi terbaik pada ajang E-JIES 2026. “Kami berharap tahun 2026 juara umum E-JIES bisa diraih oleh wilayah Sidoarjo-Surabaya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada siswa peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Tahun ini, OSN diikuti 999 siswa yang terdaftar tingkat Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.815 peserta berasal dari Surabaya dan 1.499 peserta dari Sidoarjo, sehingga total pendaftar dari kedua wilayah mencapai 4.315 siswa.
Kiswanto menegaskan, gerakan membangun sekolah bersih menjadi langkah awal menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berorientasi pada prestasi. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan mendukung terciptanya budaya sekolah yang sehat dan kompetitif
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Sidoarjo sekaligus Ketua Panitia Deklarasi Sekolah Bersih dan Bebas Sampah Plastik, Karyanto, menyebut kegiatan deklarasi diikuti ratusan peserta sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan ramah lingkungan.
Disebutkan, ketua MKKS SMAN Sidoarjo ini kegiatan deklarasi ini dihadiri 281 peserta secara luring dan 380 peserta secara daring. Deklarasi tersebut bertujuan membangun komitmen serta langkah konkret bersama dalam menciptakan sekolah yang bebas sampah plastik. “Perlu ada langkah bersama untuk membangun komitmen dan merealisasikan komitmen itu secara nyata,” ujar Karyanto.
Ia menjelaskan, implementasi gerakan tersebut dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan sekolah, seperti menjaga kebersihan, membawa tempat makan dan tumbler dari rumah, tidak menggunakan botol plastik sekali pakai, serta mengolah sampah secara bijak dan bernilai guna. Selain itu, siswa juga didorong menjadi agen perubahan dalam kepedulian terhadap lingkungan. [ina.wwn]


