24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Rakor PKPLK Dindik Jatim, Fokuskan Peningkatan Mutu SLB di Jatim


Dindik Jatim, Bhirawa
Usai dilantik Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Mudianto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri se-Jawa Timur.

Kegiatan tersebut juga diikuti Pengurus MKKS Pendidikan Khusus Provinsi Jawa Timur, MKKS PKPLK Kabupaten/ Kota se- Jawa Timur, serta Pengurus MKKS periode 2026-2028.

Rakor yang diikuti sekitar 152 peserta itu menjadi langkah awal Mudianto dalam menyelaraskan program PKPLK dengan visi Jatim Cerdas dan Pendidikan Berdampak yang digagas Dinas Pendidikan tahun ini, guna mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Dalam arahannya, Mudianto menyoroti kondisi tenaga pendidik SLB yang sebagian besar tidak berlatar belakang pendidikan luar biasa. Meski demikian, menurutnya, banyak guru memiliki niat kuat untuk mengabdi dan telah lama mengajar di SLB.

“Guru-guru ini perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Kami akan mengupayakan mereka mengikuti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), terutama bagi yang telah mengajar minimal lima tahun,” ujar Mudianto, usai memimpin rakor di SLB Negeri Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, Selasa (13/1).

Ia menjelaskan, guru lulusan SMA atau SMK yang telah memenuhi syarat pengalaman mengajar akan difasilitasi untuk menempuh RPL hingga jenjang S1. Sementara itu, guru yang telah memiliki ijazah S1 namun bukan dari bidang pendidikan luar biasa, seperti akuntansi atau manajemen, akan diarahkan melanjutkan pendidikan S2 Pendidikan Luar Biasa.

Berita Terkait :  Jalani Prosesi Sidang Isbat, 14 Pasangan Disahkan Pernikahannya di Rumah Dinas Wali Kota

Selain peningkatan kualifikasi guru, Mudianto menegaskan bahwa pendidikan di SLB tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik. SLB juga harus membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skill) melalui pendidikan vokasi.

Untuk mendukung hal tersebut, Dindik Jatim akan menjalin kerja sama dengan UPT Pelatihan Kerja dan Kompetensi (PTKK) serta dunia usaha dan dunia industri, salah satunya Indobismar. Bentuk kerja sama meliputi pelatihan guru di bidang vokasi seperti tata boga, restoran, hingga perakitan laboratorium komputer. “Guru akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu, kemudian mentransfer ilmunya kepada siswa. Ini diharapkan menjadi role model pengembangan vokasi di SLB,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dindik Jatim juga akan memperkuat kompetensi inti guru SLB, khususnya pada pembelajaran bagi peserta didik tuna rungu dan tuna wicara. Selain aspek pembelajaran, Mudianto menargetkan peningkatan prestasi siswa SLB melalui keikutsertaan dalam berbagai lomba tingkat nasional. “Anak-anak SLB juga harus diberi ruang untuk berprestasi. Training center-nya bisa dilakukan di SMK atau PTKK,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Mudianto juga menegaskan akan memperkuat data base real time berisi seluruh informasi terkait peserta didik dan lembaga SLB se-Jatim. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru