Jakarta, Bhirawa
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus.
“Sebagaimana yang dipesankan oleh Bapak Kapolri melalui Bapak Asisten SDM Kapolri (Irjen Pol. Anwar) bahwa rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa.
Ia pun mengimbau para calon peserta maupun keluarga calon peserta untuk tidak tergiur dengan iming-iming dari pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan atau menjanjikan rekrutmen lewat kuota khusus.
“Jangan ditanggapi, abaikan saja. Terlebih kemudian ada yang mengiming-imingi ‘oh dengan bayaran sekian dan sekian dan sekian’, abaikan,” ucapnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877 maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.
“Jika sudah terlanjur bayar, silakan laporkan. Kami akan lakukan proses. Jika melibatkan personel, ada di Propam yang akan melakukan proses penegakan disiplin, kode etik. Jika melibatkan orang sipil, pihak lain akan dilakukan proses penegakan hukum,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.
Selain itu, Polri juga terus mengevaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol, guna memperkuat nilai-nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior.
“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. [ant.kt]


