Sidoarjo, Bhirawa
Polemik akses jalan, antara Perumahan Mutiara Regency dengan Perumahan Mutiara city, yang berada di Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kabupaten Sidoarjo, mencapai puncaknya. Satpol PP Sidoarjo yang, Kamis (29/1) pagi, yang melakukan pembongkaran pagar tembok namun dihadang warga Perumahan Mutiara Regency.
Bentrokan keduanya tidak bisa dihindari. Petugas Satpol PP yang melakukan pembongkaran pagar tembok dihadang dan dilempari oleh warga Perumahan. Kedua belah pihak saling dorong dan saling lempar. Alat berat digunakan untuk merobohkan pagar tembok yang merupakan bagian dari sistem satu pintu perumahan di perumahan itu.
Sempat terjadi penolakan dari sejumlah warga yang berusaha mempertahankan tembok. Mereka berpendapat pagar tembok itu bagian dari konsep awal perumahan.
Namun, banyaknya petugas membuat upaya warga tidak berhasil menghentikan pembongkaran pagar tembok itu. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pembongkaran pagar tembok diwarnai adu dorong dan lempar batu dan kursi, antara Satpol PP dan warga perumahan.
Meskipun sempat terjadi ketegangan, pembongkaran tetap dilanjutkan hingga pagar tembok akses di perumahan itu bisa dirobohkan.
Menurut warga perumahan Mutiara Regency, kalau pagar tembok itu dibuka maka bukan lagi perumahan one gate. Warga merasa kecewa karena tidak ada kesepakatan dengan warga. Tetapi tiba-tiba dibongkar. Warga perumahan berharap pemerintah daerah memfasilitasi dialog lanjutan untuk mencari solusi yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak.
Sebelum pembongkaran, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebenarnya telah melakukan dialog terkait polemik pagar tembok Perumahan Mutiara Regency dengan Perubahan Mutiara City. Namun, kesepakatan yang dihasilkan dalam dialog itu tetap ditolak warga Perumahan Mutiara Regency.
Satpol PP Kabupaten Sidoarjo mengerahkan ratusan personel dan alat berat untuk membongkar pagar tembok pembatas Perumahan Mutiara Regency ini. Pembongkaran paksa dilakukan guna membuka akses jalan tembus menuju Perumahan Mutiara City setelah empat kali upaya sebelumnya menemui kegagalan. [kus.fen]

