Bojonegoro, Bhirawa.
Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (“PGN”) Area Bojonegoro, menggelar kegiatan bertajuk “PGN Care” yang dipusatkan di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, kemarin (11/2). Kegiatan ini memadukan sosialisasi keselamatan penggunaan jaringan gas rumah tangga dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelanggan.
Sekitar 75 pelanggan mengikuti kegiatan yang diisi dengan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) jaringan gas (jargas) rumah tangga, penyuluhan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, serta pembagian paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada pelanggan yang diundang.
Hadir dalam kegiatan tersebut dokter perusahaan, dr. M. Yusuf Amran; perwakilan Sales Operation Region (“SOR”) III dari Department Head Regional HSSE and Risk Management (“RHRM”), Eka Subandriani; Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief; serta Penjabat (“Pj”) Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo.
Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pelanggan dalam kegiatan PGN Care. Ia menegaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi terkait produk PGN, termasuk aspek keamanan dan keselamatan penggunaan gas bumi.
“Kami memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi terkait produk PGN, termasuk aspek keamanan dan keselamatan penggunaannya.Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, pelanggan juga memperoleh penjelasan mengenai sistem tagihan, metode pembayaran, pencatatan meter mandiri, pengenalan sifat gas bumi, serta cara mendeteksi kebocoran. Sesi sosialisasi dilengkapi dengan kuis interaktif untuk memperkuat pemahaman peserta.
Penjabat Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo, menilai kegiatan tersebut membantu meningkatkan pengetahuan warga tentang penggunaan gas bumi yang aman. Selain itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Dengan cara penggunaan gas bumi yang tepat, pelanggan akan merasa lebih aman dalam memanfaatkan energi bersih ini,” katanya.
Sementara itu, dr. M. Yusuf Amran menyampaikan terdapat dua penyakit menular yang masih menjadi perhatian di Indonesia, yakni tuberkulosis dan HIV/AIDS. Meski sama-sama menular, keduanya memiliki perbedaan karakteristik, dan tuberkulosis dinilai lebih mudah menular dibandingkan HIV/AIDS.
“Namun jangan takut, karena kedua penyakit ini dapat dicegah. Biaya pengobatannya juga ditanggung pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (“BPJS”) Kesehatan,” tegas dr. M. Yusuf Amran, seraya memaparkan secara rinci mengenai gejala hingga tata cara pengobatan kedua penyakit tersebut.
Salah satu peserta, Binasri, warga Desa Bandungrejo, mengaku memperoleh pemahaman baru, terutama terkait deteksi kebocoran gas yang dapat mencegah pemborosan dan pembengkakan tagihan. Ia juga menilai penggunaan gas bumi lebih praktis dibandingkan tabung elpiji. “Gas bumi tersedia 24 jam dan dari segi biaya juga lebih murah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, PGN berharap edukasi keselamatan dan layanan kesehatan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus kepercayaan pelanggan dalam memanfaatkan gas bumi sebagai sumber energi rumah tangga.[bas.ca]

