27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Pertimbangan CJH Kota Batu Gagal Berangkat Akibat Tiga Penyakit

Kota Batu,Bhirawa
Sejumlah jamaah calon haji Kota Batu memilih menunda atau bahkan membatalkan keberangkatannya ke Tanah Suci tahun ini, dikarena dalam keadaan sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, beberapa jamaah dinyatakan belum memenuhi syarat istithaah atau kemampuan kesehatan untuk berhaji. Dan kendala kesehatan ini didominasi oleh penyakit TBC aktif, gangguan jantung, dan demensia.

“Yang paling banyak menjadi pertimbangan adalah penyakit TBC aktif, gangguan jantung, demensia, dan saat ini sudah dua jamaah dari wilayah Sidomulyo dan Banaran yang dipastikan tidak bisa berangkat haji karena faktor kesehatan,” ujar Basuki Rachmat, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Senin (26/1).

Saat ini, masih terdapat satu jamaah lagi yang masih menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan. Dan diharapkan hasil akhir pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan dinyatakan memenuhi syarat sehingga dapat ikut bergabung dengan rombongan berangkat ke Tanah Suci.

Diketahui, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu selain melayani pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Batu juga memiliki wilayah kerja di tiga Kecamatan wilayah Kabupaten Malang yaitu,Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Selain itu sebagian wilayah Kota Malang juga ada yang ikut Kantor Kemen Haji Umrah Kota Batu.

Dan dari wilayah tersebut jumlah CJH yang berangkat setiap tahunnya relatif stabil, yakni berkisar antara 210 – 214 jamaah. Untuk saat ini tercatat sudah sebanyak 159 CJH asal Kota Batu telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk musim haji 2026. Jumlah tersebut mencakup jamaah reguler maupun jamaah cadangan.

Berita Terkait :  Luluk Terlalu Agresif di Debat Kedua Pilgub Jatim, Pengamat: Bak Pisau Bermata Dua

“Dari total tersebut, jamaah reguler murni asal Kota Batu berjumlah 129 orang. Sisanya, sebanyak 30 orang merupakan jamaah dari luar Kota Batu,” jelas Basuki.

Menurutnya, seluruh jamaah yang saat ini telah melunasi Bipih dinyatakan siap secara administrasi. Namun demikian, tidak seluruhnya dipastikan dapat berangkat tahun ini. Khusus bagi jamaah cadangan, keberangkatan masih menunggu kebijakan pusat serta kebutuhan kuota wilayah, dan tetap menunggu apakah ada kuota tambahan atau ada jamaah reguler yang berhalangan dan gagal berangkat.

“Kami berharap seluruh jamaah haji Kota Batu yang telah melunasi Bipih bisa menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan sehat. Mudah-mudahan semuanya diberi kemudahan,” harapnya.

Adapun khusus CJH Kota Batu sendiri, yang masuk menjadi jamaah reguler merupakan pendaftar lama. Yakni, warga yang mendaftar haji sejak tahun 2012. Pendaftaran jamaah reguler terakhir tercatat pada 13 November 2012, sementara jamaah cadangan berasal dari pendaftar hingga 23 Desember 2012.

Dari sisi usia, komposisi jamaah haji Kota Batu terbilang beragam. Jamaah tertua tercatat berusia 92 tahun, seorang perempuan bernama Kasmani. Ia masuk kategori lanjut usia (lansia) dan menjadi prioritas pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji. Sementara jamaah termuda berusia 25 tahun.

“Kami memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia, terutama dalam hal pendampingan dan kesiapan kesehatan,” tandas Basuki. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru