32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Permamin Jombang Siapkan Produk Sambut Wisata Sejarah Situs Kelahiran Bung Karno

Jombang, Bhirawa
Perhimpunan UMKM Makanan dan Minuman (Permamin) Kabupaten Jombang menyiapkan produk-produk unggulannya menyambut wisata sejarah situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Ketua Permamin Kabupaten Jombang, Kuswartono, Senin (19/01).

Kuswartono menyatakan kesiapan para pelaku usaha lokal dalam menyambut penetapan dan pengembangan Situs Kelahiran Ir. Soekarno di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

“Ini sebagai momentum besar untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis sejarah dan nasionalisme,” kata Kuswartono.

Kuswartono menekankan bahwa, kehadiran situs ini harus memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat sekitar.

“Bung Karno adalah bapak bangsa yang mengajarkan konsep Berdikari,” tandas Kuswartono.

“Tugas kami di Permamin adalah memastikan bahwa semangat berdiri di atas kaki sendiri itu terwujud melalui kemandirian ekonomi pelaku UMKM di Jombang, khususnya di wilayah Ploso,” ungkapnya.

Permamin Kabupaten Jombang saat ini tengah menyusun langkah strategis, di antaranya adalah melalui inovasi produk tematik, mendorong perajin makanan dan minuman untuk menciptakan kemasan atau produk khusus yang merepresentasikan identitas lokal Ploso sebagai tanah kelahiran Sang Proklamator.

Permamin Kabupaten Jombang juga melakukan standardisasi kualitas, memastikan produk-produk UMKM yang akan dipasarkan di area wisata sejarah yang memiliki kualitas premium agar mampu bersaing secara nasional.

Selain itu, Permamin Kabupaten Jombang juga siap untuk menyiapkan wisata kuliner sejarah dengan menyiapkan titik-titik gerai UMKM yang terintegrasi dengan akses menuju situs, sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman sejarah dan kuliner yang utuh.

Berita Terkait :  Ciptakan Desa Mandiri, Ubaya Menggelar Seminar Pengelolaan BUMDesa Berkelanjutan

“Kami ingin Situs Ploso menjadi episentrum baru ekonomi Jombang,” tandasnya lagi

“Wisatawan yang datang tidak hanya pulang membawa wawasan sejarah, tetapi juga membawa produk unggulan kami sebagai buah tangan khas dari tanah kelahiran tokoh besar dunia,” tambah Kuswartono.

Permamin Kabupaten Jombang berharap, melalui sinergi antara sejarah dan UMKM, diharapkan Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga sebagai pusat kebangkitan ekonomi kreatif yang menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan bangsa.

Diberitakan sebelumnya, pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif mengingatkan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bahwa narasi sejarah tentang Bung Karno yang lahir di Ploso, Jombang dengan segala instrumennya adalah sebuah aset besar yang seharusnya dikelola dengan baik.

Hal tersebut kata Cak Arif, karena narasi sejarah tersebut dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat dan juga pendapatan bagi Pemkab Jombang.

Untuk itu kata dia, seharusnya dalam hal, ini Pemkab Jombang responsif menangkap peluang tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan narasi sejarah yang ada saat ini, baik kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang maupun data-data para penelusur sejarah, Bung Karno diyakini lahir di Ploso, Jombang pada tanggal 6 Juni 1902. Hal itu didasari sejumlah data tertulis maupun cerita-cerita tutur yang ada.

“Seharusnya ini menjadi sebuah kebanggaan bahwa Bung Karno yang merupakan Proklamator dan juga Presiden Pertama RI, lahir di Jombang,” kata Cak Arif, Jumat (16/01).

Berita Terkait :  Sharp Indonesia Perkuat Market Smartphone di Jatim

“Dengan narasi sejarah yang ada ini, seharusnya menjadikan sebuah komitmen kuat bagi Pemkab Jombang untuk serius. Tidak cukup hanya jadi perspektif saja, harus jadi komitmen,” tandas dia.

Cak Arif menyampaikan, beberapa hal bisa dilakukan oleh Pemkab Jombang, mulai penetapan situs kelahiran Bung Karno menjadi cagar budaya peringkat kabupaten, hingga langkah-langkah pelestarian dan pemanfaatan.

“Bekas rumah kelahiran Bung Karno di Ploso informasinya masih milik pribadi. Ini seharusnya mulai difikirkan jika perlu dibeli oleh Pemkab. Ini jejak orang penting, harusnya juga penting untuk mulai difikirkan,” ulas Cak Arif saat itu.

“Juga harus sudah mulai difikirkan jika rumah itu direkonstruksi, seperti apa. Kemudian tentang penataan lingkungan, termasuk juga soal UMKM-nya. Jadi ini adalah aset yang luar biasa,” tandas Cak Arif lagi saat itu.(rif.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru