28 C
Sidoarjo
Thursday, March 5, 2026
spot_img

Perkuat Lumbung Pangan Nasional, Pemkab Nganjuk Siapkan 2 Ribu Hektar Lahan Kedelai Tekan Impor

Pemkab Nganjuk, Bhirawa
Kabupaten Nganjuk terus mengukuhkan posisinya sebagai daerah agraris penyangga stok pangan nasional. Berhasil mencatatkan produktivitas padi dan jagung yang impresif di tahun 2025, kini Pemerintah Kabupaten Nganjuk melakukan intervensi besar-besaran pada komoditas kedelai melalui “Gerakan Tanam Kedelai Bersama Bantuan Pemerintah” seluas 2.000 hektar di tahun 2026.

    Langkah strategis yang dipusatkan di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan ini bertujuan untuk mendorong petani menjadikan kedelai sebagai tanaman selingan di antara musim padi dan bawang merah. Hal ini sekaligus menjadi upaya nyata menekan ketergantungan terhadap kedelai impor yang selama ini mendominasi pasar domestik.

    Rekam Jejak Lumbung Pangan Keberhasilan Nganjuk sebagai lumbung pangan tercermin dari capaian tahun 2025 kemarin. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Nganjuk mencatatkan: Padi: Luas panen 83.757 ha dengan total produksi 556.923 ton dan produktivitas mencapai 6,65 ton/Ha. Jagung: Luas panen 31.717 ha dengan total produksi 223.264 ton dan produktivitas sebesar 7,04 ton/Ha.

    Mou Gakoptindo dan kelompok tani

    Intervensi Kedelai 2.000 Hektar Untuk menduplikasi keberhasilan tersebut pada komoditas kedelai, pemerintah menyalurkan bantuan 100 ton benih varietas Grobogan yang tersebar di tiga wilayah utama: Kecamatan Rejoso: 1.110 Ha (55,5 ton benih). Kecamatan Wilangan: 380 Ha (19 ton benih). Kecamatan Bagor: 510 Ha (25,5 ton benih).

    Selain benih, sebanyak 20 unit traktor roda dua (rotari) juga diserahkan untuk mendukung mekanisasi pertanian guna menjaga kualitas produksi. Kepastian Pasar dan Kemandirian Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP, Farhan Isma Putra, S.P., M.M., bersama Direktur Akabi Kementan RI, Dr. Ir. Dyah Susilokarti, MP, hadir langsung menyaksikan penandatanganan kemitraan antara Kelompok Tani dengan Gakoptindo.

    Berita Terkait :  Bupati Mojokerto Al Barra Hadiri Pengajian dan Buka Bersama di Desa Sukoanyar Ngoro
    KSP dan KSAL bersama Bupati Nganjuk

    Sinergi ini menjamin serapan hasil panen petani lokal dengan harga kompetitif, sehingga kemandirian pangan dapat terwujud tanpa harus bergantung pada pasokan luar negeri. “Dengan potensi lahan sawah mencapai 46.005 ha, Nganjuk siap menjadi pelopor kedaulatan pangan, tidak hanya di Jawa Timur tapi juga nasional,” tegas Bupati Marhaen dalam laporan kegiatan tersebut di sela-sela aksi tanam di lahan TKD Ngudikan.

    Direktur Akabi Kementan RI, Dr. Ir. Dyah Susilokarti, MP, menegaskan, selama ini pemerintah mengimpor kedelai karena kebutuhan akan kedelai yang tinggi di dalam negeri. “Semoga dengan kegiatan tanam kedelai bersama ini dapat meminimalkan impor kedelai,” kata dia.[dro.ca]

    Berita Terkait

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Follow Harian Bhirawa

    0FansLike
    0FollowersFollow
    0FollowersFollow
    spot_img

    Berita Terbaru

    error: Content is protected !!