31 C
Sidoarjo
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

Perkuat Kolaborasi Wujudkan PSEL, Bupati Lamongan Belajar Pengelolaan Sampah ke Gresik

Gresik, Bhirawa

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik, Gresik. Kunjungan ini merupakan langkah awal mempererat kolaborasi kedua kabupaten dalam pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) atau sampah menjadi energi listrik.

Perlu diketahui, Gresik dan Lamongan merupakan dua dari 10 daerah yang ditunjuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya mempercepat penanganan sampah dan mencapai Zero Waste Energy melalui Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Surabaya Raya pada 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Yuhronur Efendi didampingi langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau proses landfill mining, teknologi andalan TPA Ngipik untuk mereduksi volume sampah. Ia memberikan apresiasi tinggi atas pengelolaan sampah yang modern dan efektif di Gresik.

“Saya mengapresiasi Pemkab Gresik atas langkah pengelolaan dan pemusnahan sampah yang modern. Kami akan belajar banyak, terutama teknologi landfill mining yang belum kami laksanakan,” ujar Yuhronur.

Selain teknologi tersebut, ia juga terinspirasi dengan pembakaran Refuse Derived Fuel (RDF) serta pengolahan inovatif, seperti pemanfaatan sisa makanan program MBG menjadi pakan ternak, burung, dan ikan.

“Untuk menyelesaikan masalah sampah di kedua kabupaten, nanti kita akan buat kerja sama atau MoU. Pengelolaan sampah adalah gerakan bersama demi lingkungan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan siap berkolaborasi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi modern. Kerja sama PSEL kawasan Surabaya Raya ini nantinya akan melibatkan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Berita Terkait :  Satpolairud Polres Situbondo Kawal Ratusan Penumpang Mudik Gratis ke Sepudi Madura

“Ke depan kolaborasi penanganan sampah atau TPST akan terintegrasi sesuai petunjuk Presiden untuk mendukung program pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menambahkan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci pengelolaan sampah modern. Ia juga menyebut capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur saat ini mencapai 52,7 persen, tertinggi secara nasional, yang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!