24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Perjuangan Penjual Kerupuk Keliling dari Peterongan, Bertahun-tahun Tekun Menabung, Kini Bersiap Naik Haji ke Tanah Suci


Oleh:
Arif Yulianto, Kabupaten Jombang

Seorang penjual kerupuk keliling asal Dusun Budug, Desa Tugu Sumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, bernama Sutaji (66) patut menjadi sosok yang inspiratif. Selama-selama bertahun-tahun, Sutaji dan istrinya, Siti Hana (62) telaten menabung demi dapat mewujudkan keinginan untuk naik haji.

Kini, berkat kesabaran menyisihkan rezeki dari hasil menjual kerupuk keliling selama bertahun-tahun itu, pada musim haji tahun 2026 ini, Sutaji bersiap menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Sejak tahun 1970, Sutaji berdagang kerupuk keliling ke satu warung ke warung lainnya. Hanya dengan sarana sederhana yakni sepeda onthel atau sepeda pancal, Sutaji menjemput rezeki setiap hari.

Setiap pagi, Sutaji bersiap dengan sepeda ontel tuanya untuk keliling jualan kerupuk ke warung-warung. Hal tersebut dilakukan Sutaji usai menunaikan salat subuh berjamaah.

Sepeda onthel tua dengan muatan dua keranjang berisi kerupuk dikayuh Sutaji pelan menuju warung-warung langganannya. Sesekali ia berhenti ketika ada orang yang memanggilnya untuk membeli kerupuk dagangannya.

Dari jalan satu ke jalan yang lain, dari gang satu ke gang lainnya, roda sepeda onthel milik Sutaji tetap berputar.

Putaran roda itu seolah ikut mendoakan dan memberikan semangat kepada Sutaji, seorang manusia yang mencari rezeki untuk keluarga dan berniat bersimpuh kepada Tuhannya ke Baitullah.

Sutaji dan Siti Hana berumahtangga sejak 1980-an. Sutaji lahir di Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Sedangkan Sri Hana berasal dari Dusun Budug, Desa Tugu Sumberjo Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Sejak awal berumahtangga itu pula, mereka berdua berniat untuk beribadah haji.

Berita Terkait :  Datangi Aceh Tamiang, Bupati Tulungagung Serahkan Bantuan 17 Ton Beras untuk Korban Banjir

“Sejak awal menikah, saya sudah berniat, kalau Allah kasih rezeki, ingin sekali ke tanah suci,” tutur Sutaji, Minggu (01/02).

Sutaji mengambil kerupuk dari daerah Senden di wilayah Kecamatan Peterongan, di tempat juragannya. Ketika pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Sutaji mulai menyusuri daerah Mancar, Kecamatan Peterongan hingga Mojongapit yang masuk Kecamatan Jombang.

“Setiap hari itu saya keliling 5 kilogram kerupuk setiap hari,” ucap Sutaji.

Pada era 80-an, penghasilan Sutaji dari berjualan kerupuk keliling hanya sekitar Rp.1000,- per hari. Kala itu, nominal tersebut tergolong cukup besar. Sutaji menyisihkan Rp. 200,- untuk ditabung.

Kini, di tahun 2026, hasil Sutaji berjualan mencapai sekitar Rp 150.000,- per hari. Setengahnya digunakan ebutuhan sehari-hari, dan sisanya tetap ditabung.

“Yang penting itu niat dan bisa menahan diri. Jangan boros, kebutuhan yang utama, sisanya ditabung,” tutur Sutaji lagi.

Pada tahun 2012 silam, istri Sutaji mendaftar haji. Disusul kemudian oleh Sutaji pada tahun 2019.

Kesabaran Sutaji selama berpuluh-puluh tahun mencari rezeki berjualan kerupuk keliling dan ketekunannya menyisihkan sebagian rezekinya untuk beribadah haji kini berbuah manis.

Kini, pasangan suami istri itu tercatat sebagai calon jemaah haji dan dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun 2026 ini.

Sutaji tak pernah mengumbar mimpi besarnya kepada banyak orang dan memilih menyimpannya dalam doa serta kerja keras.

Berita Terkait :  Tradisi Sedekah Laut Nelayan Pesisir Utara Pasuruan sebagai Rasa Syukur dengan Melarung Kepala Sapi

Kepada teman-teman sesama pedagang, Sutaji hanya meminta restu.

“Teman-teman saya cuma bilang, semoga lancar berangkat dan pulang. Itu sudah cukup,” kata Sutaji dengan mata berkaca-kaca.

“Saya hanya bisa mendoakan yang lain. Siapa pun yang punya niat baik, semoga Allah SWT mudahkan jalannya,” tutupnya. [rif.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru