Surabaya, Bhirawa
Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026 akan mulai dibuka pada April mendatang dengan tahapan Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Terkait ini, dua politeknik negeri di Surabaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), menyiapkan ribuan kuota mahasiswa baru melalui jalur SNPMB 2026.
Sejak beberapa tahun terakhir, sistem seleksi masuk politeknik negeri di Indonesia telah terintegrasi sepenuhnya ke dalam skema SNPMB. Dengan integrasi tersebut, jalur masuk politeknik kini setara dengan jalur masuk universitas dan institut negeri, baik melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun jalur mandiri.
Di PENS misalnya, tahun ini membuka kuota mahasiswa baru sebanyak 3.000 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi berbasis teknologi.
“Kuota PENS tahun ini sebanyak 3.000 mahasiswa dan ada peningkatan dibandingkan tahun lalu,” kata Wakil Direktur Bidang Akademik PENS Prof Moch Zen Samsono Hadi, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, PENS tetap menerapkan komposisi kuota sesuai ketentuan nasional, yakni 30 persen melalui jalur SNBP, 40 persen melalui jalur SNBT, dan 30 persen melalui jalur seleksi mandiri. “Alokasi kuota tersebut mengacu pada aturan kementerian yang berlaku bagi PTN berstatus BLU,” ujarnya.
Selain menambah daya tampung, PENS juga membuka tiga program studi baru jenjang sarjana terapan, yakni Bisnis Digital, Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur, serta Teknologi Rekayasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pada tahun ini, PENS juga mulai membuka kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.
Sementara itu, PPNS menetapkan kuota mahasiswa baru tahun ini relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Hal tersebut mengikuti arahan kementerian agar kuota 2026 disamakan dengan kuota tahun sebelumnya, kecuali untuk program studi baru. “Karena ada edaran kementerian agar kuota tidak dinaikkan kecuali prodi baru,” kata Wakil Direktur Bidang Akademik PPNS, Aang Wahidin ST MT.
PPNS menetapkan kuota sebanyak 2.090 mahasiswa, naik tipis dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2.060 mahasiswa.
Penambahan tersebut berasal dari pembukaan tiga kelas baru, masing-masing satu kelas teknik keselamatan dan kesehatan kerja (K3), satu kelas manajemen bisnis, serta satu kelas untuk program studi baru sarjana terapan teknologi rekayasa instrumentasi.
Dalam jalur SNPMB, PPNS juga menerapkan komposisi nasional, yakni 30 persen SNBP, 40 persen SNBT, dan 30 persen jalur mandiri. “Persentase jalur seleksi ini mengacu langsung pada aturan SNPMB,” jelas Aang.
PPNS mencatat sejumlah program studi masih memiliki tingkat keketatan tinggi, terutama teknik keselamatan dan kesehatan kerja (K3), teknik pengelasan, serta teknik pengolahan limbah. Namun, untuk program diploma tiga, tingkat keketatan di jalur SNBP relatif lebih rendah karena minimnya peminat. “Untuk prodi D3, keketatan di jalur SNBP relatif rendah karena siswa eligible cenderung enggan memilih D3,” tandasnya. [ina.wwn]

