Para buyer dari Negara China melihat hasil lobster milik BALAD Grup di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan Situbondo, Senin (17/2). sawawi/Bhirawa
Situbondo, Bhirawa
Tim tamu penting bersama pengusaha dari Negara China dan Singapura berkunjung ke Balad Grup Situbondo, Senin (17/2). Mereka dijemput usai menginap di Hotel Sheraton Surabaya dan menuju ke beberapa sentra usaha bisnis bisnis Hatchery dan lobster. Diantaranya, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan dan Desa Gelung, Kecamatan Panarukan Situbondo.
Selain itu, para pengusaha dunia tersebut juga diajak mengunjungi gudang tempat pembuatan keramba ikan di Sekarputih, Desa Trebungan, Situbondo. Selanjutnya, Selasa pagi, rombongan pengusaha diajak naik jet menuju Teluk Kangean Sumenep Madura. “Mereka datang kesini bukan untuk transaksi. Tapi kami ajak dulu ke titik sentra usaha kami di Situbondo dan Sumenep,” tutur Jhi Lilur, owner Balad Grup.
Masih kata Jhi Lilur, sebenarnya para pengusaha dunia itu ingin langsung melakukan transaksi pembelian sektor Loketaru, tetapi Jhi Lilur menolak sebelum tahu lokasi usaha bisnis yang sebenarnya. “Nanti target kami dari kunjungan ini sekitar 100 juta ekor lobster. Kalau benurnya itu ya sekitar 1 miliar ekor,” tandas Jhi Lilur saat menggelar jumpa pers kemarin.
Pria yang juga dikenal sebagai raja tambang itu, mengajak semua komponen masyarakat Kota Situbondo untuk menjadi wirausahawan handal atau calon pengusaha. Caranya, ujar Jhi Lilur, harus berani membuka usaha sehingga pelan pelan akan menjadi entrepreneur sejati. “Kita harus siap bertarung atau bersaing dengan berani. Jangan hanya di Situbondo saja, tetapi juga harus siap bersaing di dunia,” papar pria asli Sokaan, Desa Trebungan , Situbondo itu.
Lilur kembali menambahkan, saat ini pihaknya menyediakan kurang lebih 50 kota keramba dan sudah dipersiapkan untuk ditebar 12.500 bibit bening lobster (BBL) di teluk Kangean, Sumenep, Madura. “Ya, itu awal untuk 50 keramba untuk 12.500 BBL. Kami sambil menyiapkan 10 ribu keramba lag. Nanti, kita akan juga ikut memberdayakan pengrajin meubel di Situbondo ini,” papar Jhi Lilur.
Adapun tujuan kegiatan bisnis budidaya lobster tersebut, kupas Jhi Lilur, murni untuk kemanusiaan bukan untuk memperkaya dirinya sendiri. Sebab hal itu bukan merupakan tipikal dirinya sebagai orang asli Situbondo.
“Tujuan bisnis kami ini bentuknya DABATUKA Artinya, Bumi Aku Taklukkan Untuk Kemanusiaan. Bisnis saya bukan untuk saya sendiri, tetapi untuk semua orang disekitar saya. Orang Situbondo itu harus jadi Raja di tanahnya sendiri,” pungkas Jhi Lilur. awi.wwn