Sidoarjo, Bhirawa
Rumah pompa yang dibangun di Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi, meski sudah dikerjakan sejak 6 bulan lalu, namun pada 26 Desember 2025 belum selesai atau mengalami deviasi sekitar 46%.
Pembangunan rumah pompa di desa ini sangat penting, karena menjadi salah satu frastruktur pengendali genangan di wilayah rawan banjir.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono ST MT, belum lama ini menjelaskan , salah satu kendala utama di lapangan adalah kondisi tanah di tebing sungai yang sangat gembur.
Tanah yang gempur, menurut Dwi, menyebabkan longsor ketika mendapat tekanan. Baik dari aliran sungai maupun dari sumber air lain yang dipengaruhi pasang surut laut.
Dwi menjelaskan, kini progres pembangunan rumah pompa Kedungpeluk telah mencapai sekitar 60%. Rumah pompa ini dirancang memiliki kapasitas mencapai 2.400 liter per detik. Kemampuan rumah pompa ini, dua kali lipat bila dibandingkan rumah pompa yang ada di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangain, yang sebesar 1.200 liter per detik , sementara di Desa Banjarpanji Kecamatan, Tanggulangin, sebesar 400 liter per detik.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan, terhitung mulai tanggal 27 Desember telah memberi perpanjangan waktu maksimal 50 hari lagi. Kalau sampai pada hari maksimal yang sudah diberikan belum juga selesai, akan tandai kontraktor wanprestasi.
Dwi melanjutkan masalah ini agar menjadi perhatian serius dan tidak ada lagi alasan keterlambatan. Sesuai kontrak awal, jatuh tempo pengerjaan rumah pompa Kedungpeluk seharusnya berakhir pada 26 Desember 2025. Dan mengingatkan Kepala Dinas PU BM dan SDA Kabupaten Sidoarjo untuk terus melakukan pengawasan agar proyek dapat diselesaikan sesuai batas waktu tambahan yang telah ditetapkan.
Khusus untuk wilayah Kecamatan Tanggulangin, selain di Kedungbanteng dan Banjarpanji, menurut Subandi, akan ada tambahan lima pompa lagi yang akan dibangun di kecamatan itu. [kus.fen]

