25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Pemprov Jatim Resmikan Program Hasil Rehabilitasi dan Revitalisasi Tujuh SLB


Dindik Jatim, Bhirawa
Pemerintah provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim resmikan hasil program revitalisasi dan rehabilitasi bagi tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB). Peresmian ini sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Jawa Timur.

Adapun tujuh SLB yang masuk program rehabilitasi dan revitalisasi tersebut adalah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik; SLB Muhammadiyah Gresik; SLB Dharma Mulia Gresik; SLB Harapan Mulya Gresik; SLB Negeri Gedangan Sidoarjo; dan SLB Putra Daerah Pucuk Mojokerto.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan program rehabilitasi dan revitalisasi SLB di Jawa Timur mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp130 miliar, bersumber dari APBN dan APBD.

Fokus revitalisasi ini, sebut Aries pada rehabilitasi dan pembangunan ruang belajar, peningkatan sarana pendukung SLB, dan penguatan layanan pendidikan inklusif yang layak dan bermartabat.

“Dukungan anggaran ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Harapannya, pada tahun-tahun berikutnya mutu pendidikan di SLB semakin meningkat dengan sarana dan prasarana yang lebih terjamin,” ujar Aries, Senin (5/1).

Kadindik juga menyebut peresmian hasil program revitalisasi dan rehabilitasi ini menjadi langkah awal di tahun baru untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif. Kadindik juga menegaskan dengan realisasi revitalisasi dan rehabilitasi SLB ini, pihaknya ingin menjadikan pusat layanan pendidikan khusus di Jawa Timur menjadi unggul, inspiratif dan inklusif serta model sinergi pemerintah-masyarakat dan Mitra global.

Berita Terkait :  BPR Delta Artha Sidoarjo Dikunjungi Siswa SDN Sudimoro Tulangan

Sebelumnya, pada Jumat (2/1) lalu, Pemprov Jatim juga telah meresmikan program hasil revitisasi tiga SLB lainnya yakni SLB A,B,D Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang, SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Pada revitalisasi untuk SLB di Malang Raya ini, bantuan yang diperoleh berupa pembangunan RKB (ruang kegiatan belajar), toilet, ruang administrasi, selasar, rehab ruang serbaguna, rehab ruang kelas dan ruang pembelajaran khusus.

“Untuk revitalisasi yang terbaru ini juga hampir sama menu bantuannya. Kita berharap ruang-ruang belajar menjadi lebih nyaman bagi anak-anak. Lingkungan sekolah dibuat lebih ramah, termasuk dengan mural di ruang kelas agar menambah semangat belajar siswa,”ujar Aries.

Ditegaskan mantan Pj Wali Kota Baru ini, baik pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap konsisten memberikan bantuan rehabilitasi dan revitalisasi SLB pada tahun 2025 hingga 2026.

Menurutnya peendidikan khusus tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi. “Di SLB tersedia berbagai jurusan keterampilan seperti tata boga, tata busana, dan kecantikan. Keterampilan ini masuk dalam program vokasi istimewa yang kami gagas,” jelasnya.

Karenanya Aries mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di SLB karena tenaga pendidik dan fasilitas telah disiapkan sesuai kompetensi. Ia menilai, keterbatasan guru inklusif di sekolah umum membuat SLB tetap menjadi pilihan utama agar anak mendapatkan layanan pendidikan yang optimal.

Berita Terkait :  RSUD Nganjuk: Dari Urunan Receh di Tahun 1946 ke Rencana Ekspansi Gedung Juang 45 2026

Lebih lagi, sesuai dengan instruksi Gubernur Khofifah, peningkatan kapasitas guru SLB akan terus diperkuat. Misalnya dalam aspek penguatan hard skill dan soft skill guru dalam mentransfer ilmu kepada siswa berkebutuhan khusus.

“Jangan sampai anak dipaksakan masuk sekolah umum jika fasilitas dan gurunya belum memadai. Di SLB, kompetensi guru dan fasilitasnya sudah lengkap,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam siaran pers Kemendikdasmen pada tahun 2025, telah melakukan revitalisasi terhadap 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Dari jumlah itu, terdapat 382 SLB di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp526 miliar. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru