Situbondo, Bhirawa
Dinas Ketenagakerjaan Pemprov Jatim melalui UPT BLK Situbondo melakukan MoU bersama Kadin dan Apindo, Kamis (23/10). Kerjasama multi sektor tersebut juga diikuti oleh empat perusahaan besar dan berlangsung di ruang auditorium UPT BLK Situbondo, di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo.
Menurut Kepala UPT BLK Situbondo, Bahtiar Santoso, jalinan kerjasama dengan Kadin dan Apindo serta empat perusahaan ini untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi agar peserta BLK bisa lebih cepat magangnya.
“Selain itu cepat diterima di industri. Jadi harapan kita, capaian peserta BLK Situbondo bisa terserap sepenuhnya di dunia industri,” aku Bahtiar Santoso.
Masih kata Bahtiar, paska MOU pihaknya tinggal menempatkan peserta pelatihan BLK, dan sepenuhnya akan terserap termasuk diterima Kadin.
“Nanti itu bisa langsung direkrut, karena semua peserta dan alumni UPT BLK Situbondo mengantongi sertifikasi BNSP Provinsi Jatim dan sertifikasi UPT BLK Situbondo,” papar mantan PLT Kepala BLK Jember itu.
Sementara itu Hari Budi Prasetya, Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Situbondo, menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara KADIN Situbondo, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID), serta Balai Latihan Kerja (BLK) UKM, Kamis (23/10).
“Penandatanganan kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya perekrutan, penempatan, pelatihan, dan sertifikasi tenaga kerja baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Langkah ini diharapkan menjadi angin segar bagi ribuan pencari kerja di Kabupaten Situbondo yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses pelatihan dan lapangan pekerjaan,” aku Mas Pras, panggilan akrab Hari Budi Prasetya.
Lebih jauh Mas Pras menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata peran dunia usaha dalam mendukung kebijakan Pemkab Situbondo untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan produktif.
“KADIN sebagai mitra pemerintah siap berkolaborasi secara aktif dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Menurutnya, MoU ini akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja saat ini. Dengan begitu, tenaga kerja dari Situbondo tidak hanya siap bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar nasional bahkan internasional.
“Kami akan fokus mengembangkan kurikulum pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan industri modern, agar lulusan pelatihan bisa langsung terserap kerja,” katanya.
Dukungan serupa juga datang dari BLK UKM yang akan menjadi mitra pelaksana teknis dalam memberikan pelatihan keterampilan dan sertifikasi profesi bagi para calon tenaga kerja. Dengan adanya sertifikasi tersebut, pekerja asal Situbondo diharapkan memiliki pengakuan kompetensi resmi yang diakui oleh dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kerja sama ini juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM di Situbondo untuk merekrut tenaga kerja terlatih sesuai kebutuhan usaha mereka. Hal ini menjadi langkah konkret untuk menghubungkan dunia pendidikan dan pelatihan dengan dunia kerja secara langsung, tanpa ada kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri,” papar Mas Pras.
Selain itu, aku Mas Pras, KADIN Situbondo berkomitmen untuk terus mengawal implementasi MoU ini agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Mereka akan memantau pelaksanaan pelatihan, memastikan kualitas sertifikasi, serta menjalin komunikasi intensif dengan dunia industri untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja asal Situbondo.
“Tujuan utama kami jelas, yaitu membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Situbondo. Dengan kolaborasi ini, kami yakin banyak tenaga kerja lokal yang akan terserap di sektor-sektor produktif,” pungkas Mas Pras.
Informasi yang berhasil dihimpun Bhirawa menyebutkan, kerja sama strategis antara KADIN Situbondo, FKLPID, dan UPT BLK tersebut diharapkan menjadi model kemitraan sinergis antara dunia usaha, lembaga pelatihan, dan pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul. Langkah ini bukan hanya sebatas formalitas, melainkan gerakan nyata menuju Situbondo yang lebih produktif, mandiri dan sejahtera. [awi.gat]

