Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Arief Cholisudin saat diwawancara, Jumat (2/1).
Pemkot Kediri, Bhirawa.
Pemerintah Kota Kediri terus menjajaki peluang menghadirkan layanan transportasi massal TransJatim ke wilayah Kota Tahu. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pengelola program TransJatim.
TransJatim merupakan layanan transportasi bus umum modern milik Pemprov Jatim yang beroperasi di wilayah aglomerasi, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, serta Malang Raya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Arief Cholisudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan awal dengan Dishub Jatim dan pada prinsipnya siap apabila Kota Kediri dilibatkan dalam pengembangan layanan tersebut.
Menurutnya, kehadiran TransJatim tidak bisa berdiri sendiri karena membutuhkan koordinasi lintas daerah, terutama dengan wilayah sekitar seperti Kabupaten Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek yang berpotensi menjadi lintasan koridor.
“Untuk saat ini komunikasi dengan Jawa Timur sudah kami buka, namun kesiapan daerah lain masih perlu dikaji lebih lanjut,” ujar Cholis, Jumat (2/1).
Ia juga menyampaikan bahwa Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mendukung penuh rencana tersebut selama memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.
“Selama memberikan multi efek yang baik, tentu akan kami dukung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cholis menjelaskan bahwa salah satu syarat utama dalam pengoperasian TransJatim adalah kesiapan daerah dalam menyediakan angkutan pengumpan atau feeder. Hal ini karena TransJatim hanya berhenti di titik-titik tertentu dan tidak beroperasi berkeliling di dalam kota.
Sebagai bentuk kesiapan, Dishub Kota Kediri telah menyiapkan beberapa opsi feeder, mulai dari optimalisasi Bus Satria milik Pemkot, kerja sama dengan pengusaha mikrolet, hingga menggandeng operator bus yang telah memiliki trayek di wilayah Kota Kediri.(van,nov.hel)

