Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyoroti persoalan alih fungsi lahan yang memicu banjir lumpur. Hal ini menyusul terjadinya banjir luapan air di Dusun Beru, Desa/Kecamatan Bumiaji. Sorotan diberikan pasca peninjauan langsung yang dilakukan Wali Kota Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto ke lokasi bencana dan area terdampak pada Minggu (4/1) malam.
Pasca peninjauan yang dilakukan, Pemkot Batu mengajak masyarakat berkomitmen bersama dalam menjaga kawasan hulu. Karena hal ini sangat krusial untuk mendukung pemkot dalam menambah infrastruktur fisik yang memadai.
”Pemerintah akan menambah sudetan, tapi perilaku masyarakat terkait alih fungsi lahan harus menjadi komitmen bersama,” ujar Nurochman usai peninjauan langsung lokasi terdampak banjir.
Masyarakat pengelola hutan harus berpikir jangka panjang terkait adanya posisi warga yang berada di posisi bawah yang harus dipertimbangkan keselamatannya. Dan kepatuhan terhadap ketentuan pemanfaatan kawasan hutan adalah kunci dalam menjaga keselamatan.
Terkait langkah yang diambil, lanjut Wali Kota, sebenarnya BPBD Kota Batu telah melakukan upaya mitigasi beberapa bulan sebelum terjadinya banjir luapan kemarin. Namun, kendala utama di lapangan adalah aliran air yang membawa material berat.
”Sebanyak apapun kanal dan sudetan sungai, tetap tidak akan bisa menampung jika air membawa material lumpur, sampah, hingga potongan kayu. Inilah mengapa kesadaran menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai menjadi sangat penting agar upaya mitigasi kami di hilir tidak sia-sia,” jelas Cak Nur, panggilan akrab Nurochman.
Meskipun kunjungan wali kota dipusatkan di Dusun Beru, namun perhatian pemerintah kota tertuju pada tiga titik luapan utama. Yaitu, Desa Bulukerto, Desa Simbergondo, dan Desa Bumiaji. Peninjauan ini dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kalaksa BPBD, serta jajaran Kecamatan Bumiaji. Semuam jajaram terkait diajak untuk merespons cepat keluhan warga terkait tingginya debit air sungai yang membawa material setiap kali hujan deras.
Guna memetakan solusi permanen, Cak Nur menginstruksikan Kepala Dinas PUPR untuk segera melakukan pengambilan foto udara di kawasan terdampak. Hal ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sungai dan kanal-kanal banjir eksisting. Data ini akan memudahkan pemerintah kota dalam melakukan pemetaan dan intervensi kebijakan, termasuk rencana menambah kanal-kanal baru atau sudetan untuk memecah debit air.
Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Batu pada Minggu (4/1) sore memicu terjadinya banjir luapan di tiga titik wilayah Kecamatan Bumiaji. Debit sungai yang meningkat drastis dan tersumbat material sampah menyebabkan air meluap ke permukiman warga hingga ruas jalan utama di tiga desa terdampak. Yaitu, Sumbergondo, Bulukerto, dan Bumiaji.
Di Jl Purwosenjoto, Desa Bulukerto, luapan Sungai Ledok merendam lima rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Akibatnya, satu keluarga dilaporkan harus mengungsi demi keselamatan. Selain itu banjir bercampur lumpur juga menggenangi Jl Banaran sepanjang 200 meter akibat luapan Sungai Paron. Endapan lumpur setebal sekitar 20 sentimeter menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Kondisi serupa juga terjadi di Jl Raya Sumbergondo yang diakibatkan luapan Sungai Sengonan. [nas.fen]

