30 C
Sidoarjo
Saturday, March 28, 2026
spot_img

Pemkab Tuluntgagung Pantau Distribusi Gas LPG Melon Antisipasi Kelangkaan

Tulungagung, Bhirawa
Pemkab Tulungagung terus melakukan pemantauan distribusi gas LPG 3 kilogram dii Kota Marmer. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan gas bersubsidi tersebut di saat bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Tulungagung, Catur Hermono, Rabu (25/2), mengakui baru-baru ini beredar kabar jika gas LPG 3 kg yang biasa disebut gas melon tersebut terjadi kelangkaan di Tulungagung. “Karena itu, kami langsung melakukan pemantauan di lapangan,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Pemkab Tulungagung sampai mengirim surat pada Pertamina di Kediri untuk menambah pasokan gas LPG 3 kilogram di Tulungagung. “Kami mengirim surat permintaan penambahan pasokan pada tanggal 18 Februari 2026 lalu,” terangnya.

Catur sudah menengarai di awal Ramadan akan terjadi lonjakan konsumsi gas melon. Ia berharap Pertamina dapat menggeser kuota gas LPG 3 kilogram di bulan yang biasanya minim permintaan untuk ditambah di bulan Ramadan.

“Kemarin Selasa (24/2) siang kami melakukan pemantauan bersama dengan TPID dan juga dari kepolisian, TNI, Pertamina Kediri serta Hiswana Migas di wilayah Kecamatan Ngunut dan Kalidawir. Hasilnya, memang ada lonjakan permintaan konsumsi gas LPG 3 kilogram di bulan Ramadan, seperti kebutuhan untuk usaha makanan takjil dan makanan lainnya,” paparnya.

Namun demikian, menurut Catur, dalam pemantauan bersama tersebut tidak ditemukan adanya kelangkaan gas LPG 3 kilogram di agen dan pangkalan. Meski sempat ditemui atrean warga saat akan membeli gas melon itu di salah satu pangkalan di wilayah Kecamatan Kalidawir.

Berita Terkait :  Bakso Pandawa dan Kehangatan Kuliner Nusantara di Sydney

“Antrean terjadi karena menunggu kiriman gas LPG 3 kilogram. Bukan karena langka. Saat itu warga sudah datang ke pangkalan, padahal kiriman baru datang pukul 13.00 WIB,” ucapnya.

Lebih lanjut Catur mengungkapkan jika dalam pemantauan bersama dilakukan juga di salah satu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Desa Kalangan Kecamatan Ngunut. Mereka memastikan jika SPPG tidak menggunakan gas LPG 3 kilogram dalam memasak menu MBG (Makan Bergizi Gratis). “Dari satu SPPG itu kami melihat memang tidak menggunakan LPG 3 kilogram tetapi yang LPG 15 kilogram,” imbuhnya.

Mantan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tulungagung ini, pemantauan gas LPG 3 kilogram akan terus dilakukan sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Jadi tidak hanya sekali saja kami melakukan pemantauan. Tetapi terus berlanjut,” tandasnya.

Sebelumnya, rilis yang disampaikan Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dinyatakan jika Pertamina telah melaksanakan pengecekan lapangan setelah beredar informasi masyarakat di wilayah Karesidenan Kediri (Tulungagung dan Blitar) mengeluh kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram pada Rabu (18/2).

Menurut Ahad, pada masa libur panjang minggu lalu yang diikuti perayaan Imlek dan menyambut Bulan Suci Ramadan, Pertamina Patra Niaga telah memitigasi peningkatan kebutuhan melalui penyaluran fakultatif sebagai tambahan di luar penyaluran reguler. 33 ribu tabung untuk Kabupaten Tulungagung, 32 ribu untuk Kabupaten Blitar dan 6 ribu tabung untuk Kota Blitar.

Berita Terkait :  PEP Field Cepu Sosialisasikan Overview Field Tapen

Dengan adanya kondisi saat ini dan hasil temuan sidak, Pertamina Patra Niaga kembali memberikan penyaluran tambahan (extra dropping) menyesuaikan kondisi di lapangan, 6 ribu untuk Kota Blitar dan 34 ribu untuk Kabupaten Blitar.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!