Gresik, Bhirawa
Meski sudah ada sinyal dari pemkab pasar Sidayu, sudah selesai pembangunanya dan segera bisa di tempati di awal bulam suci Ramadan. Pasca kebakaran pada 2024 lalu, namun para pedagang yang selama ini menempati pasar sementara di Alun-alun Sidayu. Sepakat untuk menempati pada selesai lebaran, dengan alasan waktu yang mepet.
Kepala UPT Pasar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Muanan mengatakan, bahwa para pedagang belum sepenuhnya siap jika pindah dalam waktu dekat. Mereka harus memberitahu pelanggan masing-masing, akan menempati stan nomor berapa. Saat ini paguyuban pasar bersama Diskoperindag, sedang membahas pembagian stan tersebut.
“Rencanakan pasar tersebut sudah bisa ditempati sebelum puasa, berikut para pedagangnya yang sudah mulai berjulan. Tapi dari pedagangnya, sementara ini minta pindah setelah lebaran kita manut saja mereka.”ujarnya.
Untuk pembangian stan sudah koordinasi dengan paguyuban, kita biacara dengan baik-baik dan kebersamaan. Mereka mintanya gimana, yang penting tetap ada zona. Zona yang dimaksut untuk memisahkan jenis dagangan yang dijual, seperti jenis basah ditempatkan di zona belakang, zona kering berada di stan depan.
“Sudah bertemu dengan pedagang untuk sosialisasi, mereka mengaku senang karena sejak awal difasilitasi Pemkab Gresik. Dan Pasar Sidayu sudah 100 persen tuntas, seperti kelistrikan, instalasi pembuangan air limbah (IPAL) hingga air sudah memenuhi syarat uji coba. Dan total ada 528 stan, tapi hasil dari revitalisasi ada 413 stan.”ungkapnya.
Ditambahkan Muanan, bahwa stan di Pasar Sidayu memiliki dua ukuran. Di bagian depan, setiap stan memiliki ukuran 3×3 meter sebanyak 21 stan. Sedangkan di area dalam memiliki ukuran 2×2 meter. Dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Rp 28 miliar, tidak hanya menyediakan stan pedagang yang baru. Melainkan beragam fasilitas seperti ruang tunggu, musala, toilet hingga pos keamanan. Bangunannya, juga bercorak khas Gresik.[kim.ca]

