Situbondo, Bhirawa
Paska mutasi JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi), Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Situbondo untuk bersilahturahmi ke pondok pesantren, Sabtu (17/1).
Tujuannya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama. Pria yang akrab disapa Mas Rio ini mengatakan, ada dua tokoh agama yang dikunjungi.
Yakni pondok pesantren Walisongo Situbondo dan pondok pesantren Nurul Jadid Tanjung Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, untuk agenda ke pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo masih menyesuaikan jadwal kiai dan sedang dikoordinasikan oleh Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah.
“Dalam rangka apa? Dalam rangka pasca-pelantikan para pejabat, kami ajak bersama-sama semacam sowan bareng, minta doa kepada para pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama yang sangat dicintai masyarakat Situbondo,” ujar Mas Rio.
Lebih lanjut, Mas Rio menyatakan, bahwa silahturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial saja, tetapi langkah strategis untuk membuka ruang komunikasi yang baik antara Pemkab Situbondo dengan tokoh agama.
Dia menambahkan, dalam membangun Kabupaten Situbondo tidak bisa dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati saja, hanya bertumpu pada pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya punya keyakinan bahwa dengan sowan bareng ini, kami punya ruang komunikasi yang efektif untuk bareng-bareng membangun Situbondo. Karena fondasi membangun Situbondo itu tidak hanya pemerintah, tetapi semua stakeholder. Salah satu stakeholder terpenting adalah komunitas tokoh agama yang berpengaruh,” tegasnya.
Bupati 41 tahun ini menyebut, bahwa kebersamaan antara Pemkab Situbondo dan tokoh agama merupakan manifestasi nyata dari pelayanan publik yang berlandaskan nilai moral dan kebijaksanaan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat secara luas.
“Inilah wujud kebersamaan itu, bahwa pemerintah dengan ulama menjadi bagian terpenting untuk sama-sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Mas Rio.
Dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Mas Rio mengaku mendapat pesan mendalam dari pengasuh pondok, Kiai Kholil As’ad.
Pesan tersebut menekankan bahwa jabatan bukanlah sebuah kenikmatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Tadi kami dapat pesan kebijaksanaan dari Kiai Kholil As’ad bahwa jabatan itu bukan kenikmatan. Jabatan itu adalah amanah. Jika amanah dijalankan dengan benar, insya Allah akan menjadi nikmat,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Kiai Zuhri Zaini selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Tanjung Paiton, Mas Rio menyebut terjadi diskusi yang cukup panjang dan mendalam.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah penguatan ekonomi kebersamaan, khususnya melalui pemberdayaan UMKM dan upaya pengentasan kemiskinan.
“Baru saja juga bertukar pikiran banyak sekali, terutama tentang ekonomi kebersamaan, UMKM, dan pengentasan kemiskinan. Kami berdiskusi cukup lama dan mendapat banyak sekali masukan,” jelasnya.
Mas Rio berharap, gagasan dan nilai kebersamaan yang diperoleh dari para pengasuh pondok pesantren tersebut dapat terus berlanjut dan diterapkan secara bertahap ke seluruh pesantren di Kabupaten Situbondo.
Ia pun mengaku optimis kolaborasi tersebut akan melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Insya Allah kegiatan sowan yang luar biasa ini akan terus bisa berjalan ke semua pondok pesantren secara bertahap,” pungkas Mas Rio. (awi.dre)

