30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Paparkan Strategi Budaya dan Ekonomi Kota Malang pada Juri PWI Pusat


Jakarta, Bhirawa
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan memaparkan visi strategisnya dalam mengintegrasikan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi kerakyatan di hadapan tim juri pada Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Jumat (9/1).

Presentasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menjadikan nilai-nilai luhur sebagai fondasi pembangunan kota kreatif yang inklusif.

Dalam pemaparannya, Wahyu menekankan bahwa pelestarian warisan leluhur di Kota Malang tidak sekadar upaya konservasi, melainkan motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Dengan spirit “Menolak Lupa”, Wahyu memastikan modernisasi kota tetap berpijak pada akar sejarah dan identitas lokal.

“Kebudayaan asli Ngalam dan peninggalan masa lalu adalah modal sosial kita. Kita tidak boleh melupakan sejarah karena itulah identitas kita. Melalui tagline ‘Menolak Lupa’, kita membangun Kota Malang yang modern namun tetap berjiwa tradisi,” tegas Wahyu Hidayat.

Beberapa poin kunci yang menarik perhatian dewan juri dalam presentasi tersebut antara lain:

Program 1.000 Event: Inisiatif ini dirancang untuk menghidupkan ekosistem seni sekaligus menjadi katalisator bagi UMKM. Berdasarkan laporan PHRI, konsistensi gelaran acara di berbagai sudut kota telah meningkatkan okupansi hotel secara signifikan.

Revitalisasi Seni Tradisional: Pengaktifan kembali gedung-gedung kesenian untuk pementasan seperti Ludruk guna memastikan regenerasi pelaku seni tetap terjaga.

Malang Creative Center (MCC): Fasilitas ini menjadi pusat konversi nilai tradisi ke dalam bentuk digital, seperti transformasi Batik Malangan dan Wayang Beber ke dalam produk gim dan aplikasi modern.

Berita Terkait :  Polres Gresik Gelar Tradisi Pisah Sambut Kapolres Baru AKBP Ramadhan

Branding Lokal: Penggunaan bahasa walikan dalam program Dasa Bakti seperti “Ngalam Asyik” dan “Ngalam Pinter” sebagai bentuk penguatan identitas lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

Komitmen kuat Wahyu Hidayat dalam menyinergikan pelayanan publik dengan keluhuran budaya akan membuahkan pengakuan nasional melalui Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.

Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinan visioner Wahyu yang dinilai berhasil menjadikan seni budaya sebagai jembatan pemberdayaan masyarakat.

Kota Malang saat ini didukung oleh aset budaya yang kuat, mencakup 115 cagar budaya dan ratusan pelaku seni aktif. Kehadiran langsung Wali Kota dalam berbagai karnaval dan pawai budaya juga dipandang sebagai dukungan moral yang memberikan dampak ekonomi langsung kepala pedagang kecil dan jasa kreatif di lapangan.

Melalui pencapaian ini, Wahyu Hidayat sukses membawa nama Kota Malang ke kancah nasional sebagai prototipe daerah yang mampu menyelaraskan kemajuan zaman dengan keagungan warisan budaya secara harmonis. [mut.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru