27 C
Sidoarjo
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

OJK Tegaskan Stabilitas Keuangan Terjaga di Tengah Gejolak Global


Surabaya, Bhirawa
Kondisi pasar keuangan yang bergejolak dan tekanan global kian meningkat, namun stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) Indonesia masih terjaga dan hal ini ditegaskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, ketidakpastian ekonomi global meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik di kawasan Teluk. Kondisi tersebut mengganggu infrastruktur energi di Timur Tengah hingga memicu potensi penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia.

“Situasi ini mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global,” terangnya, Rabu (8/4).

Lembaga Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebelumnya memproyeksikan ekonomi global menguat pada 2026. Namun, proyeksi itu kini terkoreksi akibat konflik yang kian memanas di Timur Tengah.

Tekanan global tersebut turut mempersempit ruang kebijakan moneter bank sentral dan memunculkan kembali ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama (high for longer).

Di Amerika Serikat, tekanan inflasi yang masih tinggi dan meningkatnya pengangguran membayangi pertumbuhan ekonomi. Federal Reserve tetap menahan suku bunga pada Maret 2026, dengan sinyal pemangkasan terbatas. Namun, pasar kini memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok mencatat performa di atas ekspektasi berkat stimulus sektor keuangan dan perbaikan permintaan. Meski demikian, pemerintah tetap menurunkan target pertumbuhan sebagai respons atas tantangan struktural dan ketidakpastian global.

Berita Terkait :  Gubernur Khofifah Optimis Jaga Predikat Jatim Lumbung Pangan Nasional

Di dalam negeri, OJK mencatat inflasi inti Maret 2026 menurun. Konsumsi masyarakat tetap solid, tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara tahunan serta penjualan kendaraan bermotor yang masih kuat.

Dari sisi produksi, aktivitas ekonomi masih berada di zona ekspansif meski mulai moderat, terlihat dari PMI manufaktur. Ketahanan eksternal juga dinilai solid dengan cadangan devisa yang memadai dan neraca perdagangan yang tetap surplus. [riq.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!