27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

MTs MQ Tebuireng Jombang Gelar Workshop Peningkatan Mutu Guru


Jombang, Bhirawa
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng Jombang menggelar workshop peningkatan mutu guru, Jumat (30/01)pembelajaran, diikuti para guru yang mengajar di sekolah tersebut. Kegiatan juga dihadiri oleh pengawas dan pembina sekolah, serta Kepala Sekolah MTs MQ Tebuireng Jombang, Fuad Taufiq S.Ag M.Pd.

Para peserta mengikuti workshop dengan sangat antusias. Workshop peningkatan mutu guru ini digelar dalam rangka implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 1503 dalam pembelajaran.

Dua orang pemateri memberikan materi pada kegiatan ini. Yakni, Dr. Mamik Rosita M.Pd dan Dr. Widyanto M.Pd.

Diharapkan dengan kegiatan ini, para guru di MTs MQ Tebuireng Jombang dapat memahami tentang konsep Kurikulum Cinta dengan Panca Cinta, serta dapat mengimplementasikan dalam pembelajaran dengan mewujudkan dalam perangkat ajar.

Dr. Mamik Rosita menjelaskan, kurikulum berbasis cinta adalah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter. “Pembelajaran berbasis pengalaman serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan,” kata Mamik Rosita.

Mamik Rosita menerangkan, lima cinta atau Panca Cinta tersebut adalah, cinta cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, dan cinta tanah air. “Masing-masing cinta itu membentuk satu kesatuan yang utuh, yang bisa mewujudkan peserta didik yang penuh cinta,” ujar Mamik Rosita.

Dalam hal ini pada kesempatan tersebut, Dr. Mamik Rosita M.Pd menitikberatkan implementasi kurikulum berbasis cinta pada konsep kegiatan intra kurikuler.

Berita Terkait :  Wabup Gresik Serahkan Traktor dan Sosialisasikan Diskon Pupuk Petani Desa Kepuhklagen

Sementara itu, Dr. Widyanto M.Pd menerangkan, pengalaman belajar dalam Kurikulum Berbasis Cinta ada tiga. Yakni, memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. “Penilaian ada tiga. Ada penilaian awal, penilaian proses pembelajaran, dan penilaian akhir,” terang Widyanto.

Selain memberikan materi, pemateri juga memberikan tes soal kepada para peserta. Tujuannya, untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta dalam menangkap materi yang diberikan oleh pemateri.

Kepala MTs MQ Tebuireng Jombang, Fuad Taufiq S.Ag M. Pd berharap, para peserta dapat memahami dan mengaplikasikan materi yang diterima selama workshop dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Mudah-mudahan materi dalam workshop ini juga bermanfaat bagi para guru dan murid demi kemajuan MTs Madrasatul Qur’an,” pungkas Fuad Taufiq. [rif.adv]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru