27 C
Sidoarjo
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

Minta OPD Buat Inovasi Tembus Prestasi Nasional

Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkup pemerintahan untuk lebih inovatif dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Dorongan ini disampaikan Mas Rio, saat meresmikan kegiatan sosialisasi untuk pemajuan mindset OPD Inovatif, di pendopo rakyat, Rabu (8/4). Program ini digagas oleh Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan Riset Daerah) Kabupaten Situbondo, yang kini dipimpin oleh Naning Sugiarti.

Kata Mas Rio, inovasi itu harus lahir dari kebutuhan nyata di masyarakat, bukan sebaliknya hanya sekadar konsep tanpa implementasi.

“Ya, inovasi itu pembaruan atas kebutuhan. Jadi harus benar-benar menjawab persoalan yang ada,” sebut Mas Rio.

Mas Rio, lalu mencontohkan langkah sederhana yang dilakukan Tim Penggerak PKK Situbondo, terutama dalam upaya mitigasi inflasi, seperti menekan harga cabai. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dengan mendorong masyarakat gemar menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing.

“Ya, ini salah satu bentuk mitigasi inflasi yang sederhana, tetapi memiliki dampak yang nyata,” ungkap Mas Rio.

Selain itu, Mas Rio juga mengusulkan agar setiap rumah tangga di Kabupaten Situbondo mulai mengembangkan peternakan skala kecil, seperti memelihara ayam petelur di pekarangan rumah yang ada.

“Langkah positif ini bisa membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan telur dari pasar. Apalagi produksi telur di Situbondo saat ini masih jauh dari kebutuhan harian masyarakat,” imbuh Mas Rio.

Berita Terkait :  Pelayanan Tetap Jalan, Walau Libur Lebaran

Dalam catatan Mas Rio, jumlah kisaran produksi telur di Kabupaten Situbondo saat ini baru 3,5 ton. Sementara kebutuhan per hari mencapai 17 ton. Ini yang yang menyebabkan harga telur naik turun.

“Karena itu, Pemkab Situbondo berencana mengkaji kemungkinan pemberian bantuan berupa kandang ayam petelur kepada masyarakat, guna mendorong produksi telur dari tingkat rumah tangga,” ulas Mas Rio.

Lebih jauh Mas Rio menegaskan bahwa inovasi tidak bisa dilepaskan dari riset. Ia menilai, selama ini masih minim penelitian yang menjadi dasar kebijakan di daerah.

“Tidak ada inovasi tanpa riset. Masalahnya, kita belum punya riset yang kuat. Ini yang harus mulai dibangun,” katanya.

Untuk itu Mas Rio meminta OPD untuk lebih aktif menggali ide inovatif berbasis data dan kajian, sekaligus membuka ruang pengembangan yang dapat diukur sebagai indikator kinerja.

“Saya berharap, upaya tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mampu mendorong prestasi hingga tingkat nasional. Kita ingin ada kecamatan atau OPD yang bisa meraih prestasi di tingkat nasional melalui sebuah inovasi,” pungkas Mas Rio. [awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!