26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

Membedah Sektor Wirausaha Unggulan SMKN 2 Situbondo, Dukung Program SIKAP Dindik Jatim dengan Tanaman Arachis Hipogaea L


Oleh:
Sawawi, Kabupaten Situbondo

SMKN 2 Situbondo, tercatat menjadi sekolah kejuruan di Kota Santri yang mendukung program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) yang digagas Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. Salah satunya dengan merealisasikan program tanaman komoditas tanaman kacang tanah (Arachis Hipogaea L) dikompleks SMKN 2 Situbondo.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Provinsi Jatim Wilayah Bondowoso- Situbondo, Drs Slamet Riyadi MPd, pihaknya sangat mendukung program tanaman kacang tanah (Arachis Hipogaea L) yang digagas oleh jurusan Pertanian SMKN 2 Situbondo.

“Ya, saya sangat mendukung program ini yang merupakan bagian dari realisasi dari SIKAP, yang sudah di resmikan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Ya benar, SIKAP ini adalah program di Dinas Pendidikan Jawa Timur yang memanfaatkan lahan kosong di sekolah untuk kebun, kolam, atau area budidaya pangan, yang lain,” ulas Slamet Riyadi.

Adapun tujuannya, imbuh mantan Kepala SMAN 1 Sukosari, Bondowoso itu untuk mendukung ketahanan pangan dan menjadi media belajar siswa. “Jadi saya berharap kepada semua sekolah untuk dapat memanfaatkan lahan. Jika sekolah tidak memiliki lahan, agar mengajak siswa mencintai tanaman dengan cara budidaya pertanian,” tutur mantan Kepala SMAN 1 Pesanggaran, Banyuwangi.

Dengan merealisasikan program ini, aku Slamet, kini program ini juga untuk dilaksanakan sekolah SMA dan SMK. “Yang istimewa, program SIKAP ini bebas untuk semua komoditas tanaman. Bisa kacang tanah, kol, sawi dan cabai. Yang penting itu tanaman yang bisa bermanfaat,” urai Slamet Riyadi.

Berita Terkait :  Babinsa Koramil 0823/11 Besuki Bersama Warga Bersihkan Saluran Air

Sementara itu, Suyitno, Kepala SMKN 1 Situbondo, menjelaskan, dengan panen perdana tanaman kacang ini patut disyukuri karena di hadiri Kacabdindik Wilayah Bondowoso, Slamet Riyadi. “Yang pertama ini memiliki nilai manfaat ilmu kepada siswa. Ini yang bertanggung jawab adalah siswa yang ada di jurusan Agrobisnis Tanaman Pangan,” papar Suyitno.

Kenapa memilih tanaman kacang tanah ? kata Suyitno, selain untuk mencetak program wirausaha unggulan dan entrepreneurship, komoditas tanaman kacang tanah juga menjadi andalan penghasilan siswa. Lalu, imbuh Suyitno, juga untuk merealisasikan program BMW yakni Berwirausaha, Melanjutkan dan Wirausaha.

“Jadi harapan kami setelah siswa lulus bisa berwirausaha mandiri dengan ilmu yang didapat di sini (SMKN 2 Situbondo). Termasuk cara mengatasi kendala dilapangan kita beri ilmunya. Misalnya tentang hama, cara pengaturan pengaturan dan lainnya. Jadi tiap siswa nanti mendapatkan pengalaman dari sana,” terang Suyitno.

Pria ramah itu memaparkan, di SMKN 2 Situbondo juga diajari perbandingan ilmu dari masing masing siswa, yang hasil terbaik nanti menularkan kepada siswa yang lain, sehingga ilmunya bisa merata. “Untuk komoditas jenis tanaman memang bergiliran. Sekarang waktunya panen kacang tanah, bisa buncis, padi, terong dan kol,” tambah Suyitno.

Suyitno kembali menegaskan, untuk hasil panen komoditas kacang tanah di SMKN 2 Situbondo dikelola langsung oleh siswa. Ini karena, tutur Suyitno, yang menanam, merawat, memanen serta yang menjual adalah siswa sendiri.

Berita Terkait :  Brida Jatim Launching Pusat Inovasi dan Kebijakan 5.0

“Jadi ini nanti bergulir secara terus menerus dan bagi hasil dengan siswa. Sehingga mendapatkan penghasilan dan dengan sendirinya jumlah siswa disini terus meningkat,” pungkas Suyitno. [awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru