24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Masuk Kloter Akhir, CJH Tulungagung Didominasi Jemaah Usia Lanjut

Tulungagung, Bhirawa
Calon Jemaah Haji (CJH) asal Tulungagung pada pemberangkatan haji tahun 2026 ini diperkirakan masuk dalam kelompok terbang (kloter) terakhir di Jawa Timur. Meski mereka masuk kategori awal pemberangkatan untuk wilayah eks Karesidenan Kediri.

“Prediksi keberangkatan sekitar pertengahan Mei tahun 2026. Kloter Tulungagung kemungkinan masuk kloter terakhir, namun masuk kategori kloter awal yang berangkat di wilker (wilayah kerja) Kediri,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tulungagung, Suryani, Kamis (22/1).

Menurut dia, sampai batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua di awal bulan Januari 2026, tercatat 1.192 CJH asal Kabupaten Tulungagung yang telah melunasi pembayaran keberangkatan ibadah haji tersebut. Jumlah 1.192 orang itu merupakan penggabungan dari CJH regular yang diprediksi berangkat tahun ini dan cadangan, CJH yang berangkat karena pendampingan Lansia.

Selanjutnya, ia memperkirakan pada tahun 2026 ini bakal ada 1.144 CJH atau lebih yang akan berangkat ke tanah suci Makkah. “Total ada 1.192 orang CJH termasuk cadangan. Namun yang berangkat tahun ini insyaallah sekitar 1.144 jamaah,” terangnya.

Suryani mengakui komposisi CJH asal Tulungagung pada tahun ini didominasi oleh jemaah berusia lanjut atau lansia. Tercatat sekitar 70 persen jemaah masuk kategori lansia dengan usia 60 tahun ke atas.

“Untuk lansia sesuai porsi dari Kementerian itu ada 70 orang dengan usia diatas 85 tahun, tapi secara keseluruhan, sekitar 70 persen jamaah kita masuk kategori lansia, masuk kategori lansia karena usianya di atas 60 tahun,” jelasnya.

Berita Terkait :  Ganti Bendera Lusuh, PWI dan Bakesbangpol Tulungagung Blusukan di Pasar Wage

Selain itu, Suryani mencatat, ada empat CJH yang sudah masuk daftar keberangkatan namun tidak bisa berangkat tahun ini karena tidak Istitoah. Mereka adalah CJH yang sakit stroke, pikun atau demensia dan jantung.

“Ada empat jemaah yang tidak istitoah karena kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, pikun demensia, dan stroke. Mereka dipastikan tidak bisa berangkat, salah satunya itu juga dinyatakan tidak Istitoah di tahun sebelumnya,” bebernya.

Sedang untuk biaya haji pada tahun 2026, Suryani menyebut Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1447 H/2026 M ditetapkan sekitar Rp 93 juta. Namun, biaya yang harus dilunasi oleh calon jamaah haji atau Bipih adalah sekitar Rp 33 juta.

“Pelunasan yang dibayarkan jemaah sebesar Rp 33 juta. Jadi setelah setoran awal Rp 25 juta itu, kemudian ditambah pelunasan Rp 33 juta,” ucapnya.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru