27 C
Sidoarjo
Thursday, March 5, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Surabaya Raih Bronze Medal di ISS Malaysia 2026


Surabaya, Bhirawa
Kolaborasi Program Studi Sastra Inggris dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya tembus prestasi international. Berkat inovasi pembelajaran berbasis permainan, tim mahasiswa ini sukses menyabet Bronze Medal sekaligus Favorite Poster dalam 2nd International Student Summit (ISS) 2026 di Malaysia beberapa waktu lalu.

Tim tersebut terdiri dari, ketua tim Ainilya Salwa Asyiva (mahasiswa Sastra Inggris), Devita Permatasari (Psikologi), serta Rava Maulana dari SMK Antartika 2 Sidoarjo jurusan Multimedia sebagai pengembang aplikasi.

Dalam kompetisi internasional yang diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai negara tersebut, tim memperkenalkan Self-Emotion and Linguistics atau yang disingkat Selingo, sebuah game edukatif yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan psikologis.

Dijelaskan Ainilya Salwa Asyiva, SELINGO menggabungkan konsep Ular Tangga, Truth or Dare, dan kuis dalam satu sistem permainan. Pemain yang menjawab pertanyaan dengan benar akan naik level, sedangkan jawaban kurang tepat membuat pemain turun tingkat.

“Keunikan permainan ini terletak pada balok berwarna yang merepresentasikan emosi, yakni merah (marah), kuning (bahagia), biru (sedih), dan hijau (tenang),”jelasnya, Kamis (5/4).

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat pemain berhenti di warna tertentu, muncul pertanyaan reflektif berbahasa Inggris, seperti “Have you felt angry in the last two days? Why?” Mekanisme ini melatih siswa mengekspresikan perasaan sekaligus mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara aktif.

Berita Terkait :  PWI Sidoarjo Salurkan Bansos untuk Lembaga Anak Yatim

Mahasiswi yang akrab disapa Salwa ini menambahkan gagasan Selingo berangkat dari kebutuhan menghadirkan metode belajar yang relevan dengan karakter generasi saat ini. “Kami mengusung game-based learning karena Gen Z dan Gen Alpha cenderung lebih tertarik belajar melalui media interaktif,” tambah dia.

Dari sisi psikologi, Devita merancang konsep emotional awareness melalui pertanyaan reflektif yang membantu pemain mengenali dan memahami kondisi emosinya. “Urgensinya emotional awareness dalam proses belajar agar siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga belajar memahami kondisi emosinya,” jelasnya.

Persiapan menuju ISS 2026 dilakukan sekitar satu bulan. Tantangan utama terletak pada pengembangan aplikasi yang masih berupa prototipe, termasuk revisi desain dan pengkodean. Dari sisi bahasa, Devita mengaku sempat gugup saat mempresentasikan ide di hadapan peserta dari berbagai negara. “Awalnya saya merasa deg-degan karena mengetahui bahwa bahasa Inggris saya tidak terlalu bagus. Namun Salwa meyakinkan saya untuk tetap berbicara sebisa saya,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, tim rutin berlatih presentasi bersama di hotel maupun di area belakang lokasi lomba sebelum tampil. Ia menambahkan dukungan antaranggota menjadi kunci kepercayaan diri. “Support antar anggota tim sangat penting agar bisa merasa percaya diri dan tidak tertekan,” tambahnya.

Keberhasilan meraih Bronze Medal dan Favorite Poster pada ISS 2026 melalui inovasi Selingo menjadi bukti kolaborasi lintas bidang mahasiswa Untag Surabaya dalam menghadirkan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis kesadaran emosi.

Berita Terkait :  Rakor PKPLK Dindik Jatim, Fokuskan Peningkatan Mutu SLB di Jatim

Capaian ini sekaligus mendorong tim untuk menyempurnakan pengembangan aplikasi yang masih prototipe serta melanjutkan riset efektivitas metode game-based learning yang mereka gagas. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!