Mojokerto, Bhirawa
Mahasiswa peserta program Pengabdian Masyarakat Reguler 10 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar pelatihan pembuatan produk rumah tangga non-pangan berbahan dasar ubi ungu bersama ibu-ibu PKK Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (12/1/2026).
Ketua Sub Kelompok 7 Pengabdian Masyarakat R10, Ana Nahdiah Irfani menjelaskan, kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mojokembang tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan merupakan bagian dari program kerja Sub Kelompok 7 Pengabdian Masyarakat R10 UNTAG Surabaya.
Menurut Ana Nahdiah, pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal ubi ungu menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.
Acara diawali dengan pembukaan singkat dari Mahasiswa Sub Kelompok 7 Pengabdian Masyarakat R10 UNTAG Surabaya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Mila selaku Ibu Kepala Desa Mojokembang, yang menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi ibu-ibu PKK.
Pelatihan dipusatkan pada demonstrasi pembuatan tiga produk non-pangan dari ubi ungu, yakni pembersih serbaguna, pembersih gosok peralatan dapur atau scrub logam, serta pewangi dan penyerap kelembapan lemari. Demonstrasi dilakukan secara bertahap dan mudah diikuti oleh peserta. Proses pembuatan produk diperagakan langsung oleh mahasiswa Sub Kelompok 7, dengan penjelasan mengenai bahan, fungsi, cara penggunaan, serta masa simpannya.
Selama kegiatan berlangsung, jelas Ana Nahdiah, ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan produk. Mahasiswa peserta program Pengabdian Masyarakat yang tidak bertugas sebagai demonstrator turut mendampingi peserta secara langsung, membantu proses pengolahan bahan, serta menjawab pertanyaan yang muncul selama praktik berlangsung. Interaksi aktif antara mahasiswa dan peserta membuat suasana pelatihan berjalan komunikatif dan partisipatif.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi uji coba pembersih serbaguna. Sejumlah ibu-ibu PKK langsung mencoba hasil produk pada berbagai permukaan, seperti kaca jendela, meja, dan kursi di sekitar balai desa. Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat langsung fungsi dan hasil penggunaan produk yang telah dibuat bersama.
Sementara itu, pada sesi pembuatan scrub logam, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait daya tahan dan frekuensi penggunaan produk. Mahasiswa menjelaskan bahwa scrub logam berbahan alami tanpa pengawet memiliki masa pakai terbatas karena bahan dasarnya dapat terurai. Namun, isi scrub dapat diganti kembali dengan bahan yang sama apabila sudah tidak layak digunakan, sehingga produk tetap dapat dimanfaatkan secara berulang.
Produk ketiga yang diperkenalkan adalah pewangi dan penyerap kelembapan lemari dari ampas ubi ungu. Produk ini dirancang untuk membantu menjaga kesegaran ruang tertutup seperti lemari pakaian dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Kegiatan pelatihan ini dinilai menarik karena memperkenalkan pemanfaatan ubi ungu yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan menjadi produk non-pangan yang memiliki fungsi praktis dalam rumah tangga. Seluruh produk dibuat menggunakan peralatan sederhana agar mudah diterapkan kembali oleh peserta di rumah masing-masing.
Kegiatan ini merupakan program kerja Sub Kelompok 7 Pengabdian Masyarakat R10, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mays Amelia, S.H., M.H. Melalui kegiatan ini, mahasiswa peserta program Pengabdian Masyarakat UNTAG Surabaya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih kreatif. [why]

