31 C
Sidoarjo
Friday, February 13, 2026
spot_img

Mahasiswa UK Petra dan SUTD Rancang Solusi Digital untuk Koperasi SMB Surabaya


Surabaya, Bhirawa
Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya kolaborasi bersama Singapore University of Technology and Design (SUTD) Singapore memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa dengan merancang project untuk memperkuat operasional Koperasi Sumber Mulia Barokah di Tambak Wedi, Surabaya.

Kegiatan tersebut juga dibantu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya untuk memperkuat sistem manajemen Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) melalui digitalisasi, Sabtu (10/1).

Wakil Dekan 2 School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, S.E., M.M., mengatakan kolaborasi memberikan solusi teknologi bagi masalah sosial di kota pahlawan malui program Global Exploration Opportunities (GEO).

“Sebanyak 20 mahasiswa SUTD dan 40 mahasiswa UK Petra mereka akan menghadapi fenomena menarik yaitu belajar perbedaan kontras antara budaya urban Singapura dengan sistem ekonomi kerakyatan seperti koperasi di Indonesia,” jelasnya.

Lanjut Vido menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan budaya saja, tapi menggunakan metode hackathon, di mana mahasiswa ditantang secara intensif selama dua hari terakhir untuk dapat menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization bagi kemajuan koperasi.

“Sebelum merancang solusi, para mahasiswa mendapat pengetahuan secara teori dari dosen kedua universitas dan selanjutnya melakukan observasi, terus para mahasiswa saling berinteraksi dengan para pekerja disabilitas dan lansia di lokasi, tidak hanya belajar teori, tapi memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan melalui teknologi,” katanya.

Berita Terkait :  Ketua KPK Sentil Kepala Daerah Soal Jumlah Ajudan

Vido mengukapkan program ini memberi kesempatan pada mahasiswa mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka dalam menjawab tantangan keberlanjutan di wilayah setempat. “Berharap melalui kolaborasi lintas budaya, mahasiswa dilatih bekerja sama dalam tim internasional guna mengasah pola pikir kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucap Vido.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi menjelaskan koperasi SMB bentuk contoh UMKM padat karya yang berkembang pesat, tapi membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih modern.

“Produksi berjalan baik, pesanan juga terus bertambah, bahkan dari luar pemerintah, tantangannya sekarang ualah mengelola stok, tenaga kerja, dan produksi agar lebih rapi dan terukur, disinilah digitalisasi dibutuhkan,” pungkas Mia.

Mia mengatakan bahwa mahasiswa UK Petra dan SUTD diminta merancang prototipe sistem digital yang mampu mencatat alur produksi secara menyeluruh, mulai dari bahan baku masuk hingga barang siap dikirim.

“Dari Sistem yang di rancang tersebut, disiapkan untuk mendukung pemasaran dan pengelolaan stokis agar tidak lagi bergantung pada pencatatan manual, karena digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tapi jadi kebutuhan agar UMKM dapat meminimalkan kesalahan hitung, kehilangan barang, hingga inefisiensi biaya,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru