32 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Mahasiswa Komunikasi Untag Surabaya Ikut Program Surabaya Mengajar di SMPN 55 Surabaya


Membantu Meningkatkan Literasi Siswa Terlambat Mengajar
Surabaya, Bhirawa
Di dunia pendidikan saat ini, keterampilan membaca adalah kunci untuk membuka berbagai peluang belajar. Namun, tidak semua siswa bisa menguasai kemampuan membaca dengan mudah. Beberapa dari mereka bahkan mengalami keterlambatan dalam membaca, yang bisa menghambat prestasi mereka di sekolah.

Untuk mengatasi masalah ini, SMPN 55 Surabaya meluncurkan program bantuan literasi yang melibatkan mahasiswa sebagai pendamping dalam membantu siswa yang telat membaca.

Mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Muhammad Fatih bekerja sama dengan SMPN 55 Surabaya melalui Program Surabaya Mengajar untuk membantu siswa yang kesulitan membaca. Bukan hanya sebagai pengajar, mahasiswa juga berperan sebagai teman yang mendukung siswa untuk merasa lebih percaya diri.

Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa dilatih dengan berbagai metode pembelajaran yang tepat, agar bisa membantu siswa yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal literasi. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan membuat kegiatan membaca lebih menyenangkan.

“Hal ini sangat membantu, karena siswa yang awalnya merasa canggung atau malas membaca, kini merasa lebih antusias untuk terlibat dalam pembelajaran,” tutur Muhammad Fatih saat mengisahkan pengalamanannya.

Menurut Fatih, setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Beberapa mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali huruf atau memahami arti kata-kata. Untuk itu, mahasiswa memberikan perhatian khusus kepada siswa yang kesulitan.

Berita Terkait :  Bupati Albarra Pimpin Mabicab Pramuka Kabupaten Mojokerto

Mereka melakukan sesi baca secara individu, memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri, serta memperbaiki kesalahan yang terjadi selama membaca. Selain itu, ada juga sesi kelompok di mana siswa saling membantu satu sama lain.

“Siswa yang lebih mahir membaca bisa membantu teman-temannya yang kesulitan, menciptakan suasana saling mendukung,” jelas Fatih lagi.

Pendekatan ini tidak hanya mempercepat perkembangan literasi, tetapi juga membangun rasa kebersamaan di antara siswa. Untuk membuat proses belajar lebih seru, mahasiswa memanfaatkan berbagai media pembelajaran.

Buku cerita yang menarik, video edukasi, hingga aplikasi digital yang interaktif semuanya digunakan untuk membuat siswa lebih tertarik pada aktivitas membaca. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Selain itu, buku-buku yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Jadi, siswa mulai dengan materi yang lebih sederhana, kemudian secara bertahap diberikan tantangan yang lebih besar. Ini membantu mereka merasa lebih percaya diri dan terus bersemangat untuk belajar.

Bagi siswa, program ini memberikan dampak yang sangat positif. Mereka tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga merasa lebih percaya diri. Karena ada mahasiswa yang membantu secara langsung, siswa merasa didukung dan tidak merasa sendiri dalam mengatasi kesulitan mereka. Semangat belajar mereka pun semakin tinggi.

Bagi mahasiswa, program ini juga memberikan pengalaman berharga. Selain belajar bagaimana cara mengajar dengan baik, mereka juga melatih keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Melihat perkembangan siswa yang mereka bantu tentu memberikan rasa bangga dan memotivasi mereka untuk terus berkontribusi dalam pendidikan.

Berita Terkait :  Untag Surabaya-PT Handal, Sinergi Industri dan Akademisi di Era Digital

Kolaborasi antara mahasiswa dan SMPN 55 Surabaya dalam program literasi ini adalah contoh nyata bagaimana kerja sama bisa menghasilkan perubahan yang positif. Dengan pendekatan yang lebih personal, penggunaan media pembelajaran yang seru, dan dukungan mahasiswa sebagai pengajar, siswa yang sebelumnya kesulitan membaca kini mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca siswa, tetapi juga memberi pengalaman yang berarti bagi mahasiswa yang terlibat. Harapannya, program semacam ini dapat terus berkembang, membantu lebih banyak siswa, dan membangun budaya literasi yang kuat di Indonesia. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru