Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Intitusi Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Program Studi S1 Studi Pembangunan berdarah keturunan Tionghoa menekuni pewayangan sebagai seorang dalang. Ketertarikan mahasiswa terhadap seni wayang saat mendapat tugas pagelaran wayang kecil-kecilan di bangku sekolah, Kamis (5/3).
Mahasiswa S1 Studi Pembangunan ITS, Christopher Jason Santoso mengatakan mulai menyukai wayang saat itu di Sekolah Dasar (SD), dengan adanya tugas membuat pergelaran wayang. “Walapun saat itu hanya tampil sederhana di sekolah, momen tersebut membuat jatuh cinta pada seni wayang,” jelasnya.
Lanjut Christopher mengukapkan sempat belajar wayang dengan mengikuti sanggar di Surabaya, saat itu mendapatkan momen tidak enak sebab kondisi rhotasisme atau cadel huruf R. “Momen selain kondisi cadel, saya juga perna mengalami penolakan karena perbedaan etnis, dari situ sempat menjauh dari mimpinya menjadi seorang dalang,” ujarnya.
Christopher menjelaskan bahwa setelah itu saya berlajar secara otodidat melalui media sosial dan buku hingga meraih berbagai prestasi. “Saya sempat berhenti mendalang, tetapi kembali belajar wayang sebab warisan budaya Indonesia untuk semua tanpa memandang perbedaan apapun,” katanya.
Kelulusannya sebagai sarjana, kata Christopher, mengerjakan tugas akhir berjudul Pembangunan Inklusi Sosial di Kota Surabaya: Studi Fenomenologi Diskriminasi Interseksionalistik terhadap Penutur dengan Rhotasisme yang membahas tentang bagaimana orang dengan rhotasisme di kota bisa mengalami inklusi sosial. “Salah satu penelitian telah mengantarkan saya jadi pembicara dalam forum bertaraf dunia, International Symposium on Javanese Culture 2024,” ucapnya.
Christopher menambahkan selain berkesenian juga pernah mewakili ITS dan Indonesia sebagai Champion of ASEAN Future Innovators Challenge di Malaysia. Selain itu, ia juga sering terlibat pada ajang diskusi internasional seperti Asia Youth Sustainability Forum 2025, Youth Asian-African Legal Consultative Organization (AALCO) 2023, dan Smart Ocean Summer School di Tianjin University, China.
“Mengidolakan tokoh dalang Ki Nartosabdo, Ki Purbo Asmoro, dan Ki Tristuti Rachmadi sekarang sering diundang sejumlah pihak untuk tampil sebagai dalang dalam pagelaran wayang pada acara-acara tertentu seperti tampil di acara TEDxITS 2024 Special Performance di Milieu Space, Surabaya,” imbuhnya. [ina.ren.wwn]


