Surabaya, Bhirawa
Di tengah ramainya dunia digital yang kian kompetitif, Larasati, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, memberikan cerita inspiratif melalui pengalaman magangnya sebagai editor di Komuntag. Komuntag adalah merupakan komunitas yang dimiliki oleh Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang merupakan representasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi.
Bertugas untuk mengirimkan informasi kabar terbaru dari Program Studi Ilmu Komunikasi dalam bentuk konten. Bisa berupa konten video, konten foto, narasi opini, dan lain-lain. Dalam program yang sudah direncanakan ini, diharapkan bisa membantu menyampaikan informasi kepada mahasiswa terutama khalayak umum secara optimal dan efektif. Berfungsi sebagai wadah pengembangan kreativitas mahasiswa dalam bidang komunikasi,
jurnalistik, publikasi, serta produksi media digital. Melalui komunitas ini, mahasiswa diberi ruang untuk berlatih menerapkan ilmu komunikasi secara praktis, terutama dalam konteks media modern dan teknologi informasi.
Selama dua bulan, tepatnya mulai dari 25 Agustus – 25 Oktober 2025, Larasati gadis berusia 20 tahun ini menerjuni dunia editing konten digital, mengubah passion-nya terhadap tren viral TikTok menjadi karya profesional yang berdampak. Awal perjalanan Larasati di Komuntag tak luput dari tantangan.
“Hari pertama, saya masih banyak belajar atau beradaptasi dengan lingkungan mitra perusahaan dan saya sebagai editing harus menguasai cepat di kantor Komuntag,” ungkap larasati.
Selama magang, tugasnya mencari berita viral, mengedit video pendek untuk TikTok, dan menyusun narasi konten sosial media. Fokus utamanya, tren konten edukatif, promosi, dan informatif. Proses belajar Larasati berjalan dinamis. Ia belajar menganalisis algoritma TikTok dan instagram untuk memaksimalkan engagement.
“Saya harus bisa multitasking. Pagi riset konten, siang shoot video, malam editing,” ceritanya. Salah satu proyek unggulannya adalah seri video “recap PKKMB Untag Surabaya 2025”, yang tayang di kanal Komuntag dan raih 5265 ribu views dalam seminggu.
“Konten itu tak hanya edukatif, tapi juga informative,” jelas Larasati. Singkatnya, magang yang dijalaninya tersebut telah mengasah kemampuan Larasati secara totalitas.
Dari skill teknis seperti cutting footage dan color grading, hingga soft skill seperti kolaborasi tim dan adaptasi cepat terhadap tren.
“Komuntag memberi ruang eksperimen. Saya belajar bahwa editor digital bukan sekadar teknisi, tapi storyteller yang bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan,” ujarnya bangga.
Kini, menjelang akhir magang, Larasati siap melangkah lebih jauh. Ia berencana mengaplikasikan pengalaman ini untuk kerja dunia nyata.
“Pengalaman ini membuka mata saya di era digital, setiap edit adalah peluang menciptakan perubahan,” tutupnya.
Perjalanan Larasati menjadi pengingat bagi generasi muda magang bukan sekadar pengalaman, tapi kemampuan yang mengasah bakat menjadi senjata tajam di industri kreatif, Menjadikan pengalaman ini berharga untuk larasati untuk terjun langsung dunia kerja nyata. [why]


Wah, hasil view-nya sampai 5rb lebih untuk konten PKKMB itu pencapaian luar biasa buat akun komunitas kampus! Jadi pengen tahu, apakah ada ‘formula khusus’ dalam menyusun narasi video pendek yang Mbak Larasati terapkan selama di Komuntag? Ditunggu tips-tips berikutnya di artikel Swara Pendidikan!