Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa dari Hotel Management Petra Christian University (PCU) menciptakan formula dari buah papaya Bangkok menjadi wine. Mengolah papaya menjadi wine bercita rasa yang Istimewa, selain bisa mengurangi limbah pertanian akibat panen berlebihan, juga bisa menaikan nilai ekonomis dari buah, Buah papaya menyimpan potensi rasa luar biasa. Kamis, (14/3)
Mahasiswa Hotel Management Petra Christian University (PCU), Cleary, menjelaskan bahwa banyaknya sisa buah pepaya akibat panen berlebih di sektor pertanian, hal tersebut mendorong untuk mencari solusi pengolahan yang lebih efektif.
“Kami Mengembangkan fermentasi pepaya menjadi wine, hal tesebut mengurangi limbah pertanian, pengolahan ini juga bisa memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomis dari buah,” ujarnya.
Lanjut Cleary, mengatakan penghasil pepaya di Jawa Timur adalah Desa Sugihwaras, Kediri, berada di kawasan sekitar kaki gunung Kelud, Daerah tersebut diketahui memiliki tanah vulkanik yang subur, sehingga dimanfaatkan sebagai ladang pertanian yang produktif, meskipun begitu produksi pepaya yang melimpah sering menyebabkan harga turun, mengakibatkan kerugian pada petani.
“Setelah melakukan percobaan pada buah pepaya California, Hawaii, dan Bangkok, akhirnya menemukan formula yang tepat mengunakan papaya Bangkok untuk dibuat wine, karena memiliki rasa seimbang, Tingkat keasaman yang rendah, dan body/tekstur yang lebih baik dan Aroma alcohol dihasilkan dengan kadar 12 persen sesuai standar wine komersial,” jelas Cleary.
Cleary menambahakan bahwa proses fermentasinya sendiri berlangsung selama 14 hari, selanjutnya, residu yang terbentuk perlu dipisahkan dari wine, dan kemudian wine dimasukkan ke dalam botol untuk proses pengendapan selama 7 hari.
“Endapan sudah dipisahkan dari wine, maka wine siap dikonsumsi, Per botolnya (750 ml), menetapkan harga 150 ribu rupiah untuk olahan wine dari Pepaya Bangkok tersebut,” imbunya.
Dosen Pembimbing, Hanjaya Siaputra, S E, M A, mengukapkan innovasi olahan buah papaya memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi Desa Sugihwaras, Kediri. “Berharap kreasi buah papaya bisa memberdayakan masyarakat lebih baik, ilmu yang dilakukan mahasiswa dapat membantu masyarakat sana dalama mengelola hasil panen melimpah dan meninngkatkan perekonomian,” pungkas Hanjaya. [ren.wwn]