24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Lewat GAYATRI, Pemkab Bojonegoro Dorong Keluarga Rentan Bangkit Secara Ekonomi

Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong penguatan ekonomi rakyat melalui Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI). Program ini tidak hanya menyediakan bantuan ternak, tetapi juga menjadi strategi pengentasan kemiskinan dengan membuka sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat (KPM).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, mengatakan bahwa sepanjang 2025 ribuan keluarga telah merasakan dampak langsung dari program tersebut.

Bantuan ayam petelur yang disalurkan memungkinkan KPM memperoleh pendapatan tambahan dari hasil penjualan telur, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.

” Program GAYATRI dirancang agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu mengelola usaha ternak secara mandiri. Dari APBD Induk 2025, program ini telah menjangkau 400 KPM, dari Perubahan APBD 2025 sebanyak 5.000 KPM, serta dari CSR sebanyak 575 KPM. Untuk yang bersumber dari APBDes, pendataannya berada di DPMD,” ujar Fajar, Kemarin (21/1).

Upaya penguatan ekonomi rakyat tersebut akan berlanjut pada 2026. Pemerintah daerah telah mengalokasikan program GAYATRI bagi 4.400 KPM, dengan harapan semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah yang dapat keluar dari ketergantungan bantuan sosial dan beralih pada usaha produktif.

“Program ini kami arahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Dengan beternak ayam petelur, KPM memiliki sumber pendapatan harian yang relatif stabil,” ucapnya.

Dari sisi produksi, ayam petelur GAYATRI yang disalurkan melalui APBD Induk 2025 kini telah memasuki masa puncak produksi telur dengan capaian sekitar 82 persen. Sementara itu, ayam yang berasal dari Perubahan APBD 2025 masih berada pada tahap awal produksi, dengan tingkat produksi berkisar 30 persen dan terus meningkat.

Berita Terkait :  Wapres Gibran Sambangi Ponpes Amanatul Ummah di Kabupaten Mojokerto

Fajar menekankan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan ini sangat bergantung pada pengelolaan ternak oleh KPM. Pemerintah daerah telah memberikan bimbingan teknis terkait manajemen kandang, pakan, dan kesehatan ayam guna menjaga produktivitas.

“Kami berharap hasil produksi telur tidak hanya digunakan untuk kebutuhan harian, tetapi juga sebagian ditabung. Tabungan tersebut penting untuk membeli ayam pullet baru setelah masa produksi berakhir, sehingga usaha ternak tetap berkelanjutan dan pendapatan keluarga terus terjaga,” pungkasnya.

Melalui GAYATRI, Pemkab Bojonegoro berharap program bantuan sosial dapat bertransformasi menjadi penguatan ekonomi rakyat berbasis usaha produktif, sekaligus menjadi salah satu instrumen efektif dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah.[bas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru