Situbondo, Bhirawa
Untuk mengurangi angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim melalui UPT BLK Kabupaten Situbondo menggelar kegiatan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) Kamis (5/2). Kegiatan pelatihan diawal tahun 2026 ini diikuti 64 peserta yang di pusatkan di aula UPT BLK Situbondo.
Hadir diantaranya, Kadisnakertrans Provinsi Jatim yang diwakili Kabid Pelatihan dan Produktifitas, Arif Khamzah, Kepala UPT BLK Situbondo, Bahtiar Santoso, Sekretaris Disnaker Kabupaten Situbondo, Agung Wintoro serta Camat Panji, Kiptiyah beserta Seklur Mimbaan.
Menurut Bahtiar Santoso, proses pelatihan ini diharapkan bisa terwujud dan terlaksana dengan baik dan lancar. “Nanti semua peserta akan dibimbing dan didampingi oleh para instruktur yang berpengalaman. Dan semua difasilitasi dengan lengkap dan tidak sedikitpun berkurang,” tutur Bahtiar Santoso.
Masih kata Bahtiar, sejak awal tahapan seleksi sudah disampaikan semua hak hak peserta akan diserahkan secara utuh tanpa ada yang dikurangi. “Untuk itu saya minta kepada semua peserta, jika masih ada yang ragu mengikuti pelatihan ini dipersilahkan untuk mundur. Artinya kedepan ada yang merasa tidak bisa menyelesaikan pelatihan ini, ya sebaiknya mengundurkan diri dari sekarang,” tutur mantan Kepala UPT BLK Sumenep, Madura itu.
Lebih lanjut Bahtiar memaparkan, pihaknya sangat serius mengadakan pelatihan ini dan kepada semua peserta juga diminta berkomitmen untuk mengikuti semua proses pelatihan. “Jika sungguh sungguh mengikuti pelatihan ini akan mencapai hasil yang optimal dan maksimal. Selain itu saya minta semua peserta jangan mengentengkan saat mengikuti pelatihan. Ini karena peserta termasuk orang pilihan,” terang mantan PLT UPT BLK Jember itu.
Bahtiar juga menyinggung dari setiap kejuruan yang diambil tidak banyak, hanya 16 orang dan setiap kejuruan juga ada peserta cadangan. Untuk itu, Bahtiar meminta kepada semua peserta yang hadir harus benar benar siap. “Jangan sampai peserta pelatihan ini ada keterpaksaan. Makanya sekali lagi, jika tidak merasa siap lebih baik mengundurkan diri dari sekarang,” tandas Bahtiar.
Bahtiar kembali menerangkan, dalam pelatihan ini juga diatur kedisiplinan saat mengikuti apel, jam masuk dan jam pulang. Lalu, imbuh dia, juga diatur saat memakai baju dan setiap peserta harus siap diatur dan dilatih. Jika ada pelanggaran dalam pelatihan, kata Bahtiar, peserta hanya cukup ditegur dan berbeda jika melakukan pelanggaran di perusahaan yang langsung diberi peringatan.
“Untuk itu saya minta dengan betul, agar semua peserta memegang sikap disiplin, sopan santun, attitude, knowledge dan etika, selama mengikuti pelatihan. Saya juga patut berterimakasih kepada Disnaker Kabupaten Situbondo, Camat Panji dan Lurah Mimbaan yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” pungkas pria asli Jember itu. awi.wwn

