29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 4, 2026
spot_img

Komitmen SIG di Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong Empat


Gresik, Bhirawa
Leang (Gua) Bulu Sipong 4 di Bukit Bulu Sipong, menjadi saksi peradaban di mana terdapat seni cadas tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun. Bergambar adegan perburuan binatang oleh manusia pada era prasejarah, keberadaan Bulu Sipong 4 tersebut menjadi bukti komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Dan PT Semen Tonasa, dalam melindungi kelestarian warisan budaya dunia dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Cagar budaya Bulu Sipong 4, berada di lahan tambang tanah liat PT Semen Tonasa tepatnya di Kelurahan Bontoa Kecamatan Minasatene Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan dilanjutkan dengan penelitian berupa pengambilan sampel, pertanggalan pada gambar cadas dan kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara PT Semen Tonasa dan Dirjen Kebudayaan. Atas rekomendasi SIG sebagai induk perusahaan, PT Semen Tonasa bergerak cepat menetapkan kawasan Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau 11,3 persen.

Dari total lahan tambang seluas 280 hektare, sebagai kawasan konservasi. Tepatnya pada 18 Mei 2018, PT Semen Tonasa meresmikan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong. Guna melindungi keanekaragaman hayati di sekitar area tambang, serta kawasan Geopark dan Purbakala.

Sebagai salah satu geosite di Geopark Maros Pangkep, kemudian resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark. Berdasarkan keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis pada 2023.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya. Bulu Sipong diharapkan menjadi sarana edukasi dan membantu mempromosikan sejarah, dan budaya peradaban kepada masyarakat luas.

Berita Terkait :  Public Speaking Sebagai Proses Membangun Kepercayaan Diri Mahasiswa

“Perusahaan juga berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin, dalam merilis Cultural Heritage Management Plan atas situs prasejarah Bulu Sipong 4. Dokumen tersebut berfungsi sebagai panduan pengelolaan warisan budaya, yang dimiliki oleh Perusahaan. Termasuk Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya, sehingga dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada,” kata Vita Mahreyni.

Dalam pengelolaan PT Semen Tonasa, bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX. Antara lain untuk pemantauan getaran dan udara ambien secara berkala, pengecoran jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman jalan tambang secara berkala untuk mengurangi debu. Perusahaan juga mengedukasi karyawan dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pelestarian situs prasejarah, memasang rambu dan pembatasan akses dengan pemasangan pagar sepanjang 1.900 meter, serta revegetasi di kawasan konservasi.

Habitat alami bagi beragam flora dan fauna selain seni cadas purbakala, taman kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat bagi beragam jenis flora dan fauna dengan Indeks Kehati yang terus meningkat. Hingga 2025, terdapat 25 jenis flora dengan total jumlah tanaman sebanyak 2.898 pohon, di antaranya eboni (diospyros celebica), kayu kuku (pericopsis mooniana), dan bitti (vitex cofassus) yang merupakan tanaman endemik lokal.

“Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat alami bagi 41 jenis satwa liar yang terdiri dari 37 jenis burung, 2 jenis primata, serta 1 unggas dan 1 reptil. Adapun total jumlah satwa yang berhasil terpantau hingga 2025 sebanyak 869 ekor, termasuk monyet dare (macaca maura) dan tarsius yang merupakan primata endemik lokal yang dilindungi. “Ungkapanya.

Berita Terkait :  Pertemuan AIAT se-Indonesia Dorong Pengarusutamaan Riset Berbasis Surah

Vita Mahreyni menambahkan, bahwa taman kehati dan Geopark Bulu Sipong menjadi pelindung bagi keanekaragaman hayati. Yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Pada 2025. Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong mencatatkan nilai Indeks Kehati Flora sebesar 1,54, atau naik dari periode 2020 sebesar 1,38. Indeks Kehati Fauna juga tercatat naik menjadi 2,85 dari sebelumnya 2,51 pada 2020. [kim.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!