29 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Komitmen Konservasi SDA, AQUA Keboncandi Aksi Tanam 2.000 Bibit di Lahan Kritis Lumbang Pasuruan

Sejumlah peserta saat melakukan aksi tanam 2.000 bibit program PT Tirta Investama Plant Keboncandi (AQUA Keboncandi) di Desa Lembang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa.
PT Tirta Investama Plant Keboncandi (AQUA Keboncandi) terus berkomitmen dalam program konservasi sumber daya air (SDA).

Terbaru, langkah yang diambil adalah menggelar aksi tanam 2.000 Bibit Tanaman Konservasi di
Sumber Lumbang, Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Selasa (23/12).

Langkah itu juga merupakan validasi Program Jaminan Lingkungan Hidup (PJLH) tahun 2025.

Aksi tanam tersebut dilakukan bersama mitra pelaksana Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS).

Adapun targetnya adalah rehabilitasi lahan kritis di sumber recharge area Aqua, wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso.

Karena, kondisi lahan kritis seluas 31.873 hektare di Kabupaten Pasuruan, 16.204 hektare kritis dan 15.668 hektare sangat kritis dan dipicu alih fungsi lahan serta 72 izin tambang di DAS Rejoso.

Sehingga, itu bisa meningkatkan risiko banjir berulang, erosi dan kekeringan di dua desa yang ada di Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Manajer SR-CSR AQUA Pasuruan, Hari Wicaksono, menyampaikan kolaborasi itu sangatlah krusial dalam keberlanjutan sumber daya air di tengah lahan kritis di Lumbang.

“Salah satu misi AQUA yakni berkomitmen dalam program konservasi sumber daya air untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam dari pada yang digunakan. Makanya, kegiatan ini kami lakukan,” ujar Hari Wicaksono, diterima rilisnya pada Rabu (24/12) malam.

Berita Terkait :  Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Cek SPBU Laporan Konsumen

Sementara itu, Sekertaris Forum DAS, Ahmad Fauzi menjelaskan validasi PJLH adalah bukti capaian nyata mitigasi DAS Rejoso.

“Ini aksi nyata dalam memitigasi DAS Rejoso. Sehingga, kelestarian lingkungan terjaga dengan baik,” kata Ahmad Fauzi.

Pihak Dinas PU SDA Jawa Timur juga mengapresiasi sepenuhnya kepada AQUA Keboncandi. Sebab, sudah menjaga dan melestarikan lingkungan dengan melakukan penanaman 2000 bibit, 500 rorak serta 5 unit sumur resapan.

Sedangkan, Direktur YEKA, Sriyanto menyatakan bahwa program tersebut tengah menghasilkan konservasi air hingga 72.000 m3/tahun dari 2.000 pohon (36 m3/pohon), serapan CO2 72 ton/tahun.

“Lalu mitigasi banjir/longsor kurangi debit puncak 20-30 persen dan erosi 71-94 persen via 500 rorak dan 5 Sumur Resapan. Sekaligus peningkatan ekonomi berkelanjutan melalui fasilitasi usaha KMPS (kompos dan peternakan ayam) plus PJLH 10 hektare hingga perawatan 20 SR di tiga desa,” papar Sriyanto.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh 41 peserta dari tim AQUA Keboncandi, YEKA, Forum DAS Pasuruan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, BPBD, UP TKPSDA, Cabang Dinas Kehutanan Jatim, Camat Lumbang, Kepala Desa, serta KMPS lokal (Puncet, Galih, Petung). (hil.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru