24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kolaborasi BPBD-Disperkim Kota Batu Assesment Rumah Terdampak Angin Kencang

Kota Batu, Bhirawa
BPBD Kota Batu berkolaborasi dengan Disperkim setempat melaksanakan Assessment Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2) pasca kejadian bencana cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir pekan kemarin.

Lokasi kegiatan difokuskan di Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Selama bulan Januari, Pemkot Batu telah dua kali melakukan kegiatan A2R2 di Desa Sumberbrantas.

Assessment awal ini bertujuan untuk melakukan pendataan awal terhadap dampak kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan pasca bencana.

“Data hasil assessment ini akan kita digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana cuaca ekstrem,” ujar Suwoko, Plt Kalaksa BPBD Kota Batu, Rabu (28/1).

BPBD Kota Batu terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan pasca bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi bersama unsur terkait.

Karena Pemkot Batu berkomitmen mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta mengurangi potensi risiko bencana di masa mendatang.

Diketahui, cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir pekan kemarin telah berdampak pada pemukiman warga di Kota Batu. Terpaan angin kencang yang terjadi saat itu menyebabkan kerusakan beberapa rumah warga di wilayah Kecamatan Bumiaji.

Di antaranya, di Desa Sumberbrantas dimana beberapa rumah warga mengalami ambruk. Satu di antaranya rumah milik Nuril Hisam. Dari beberapa rumah terdampak, rumah Nuril mengalami kerusakan atap dengan dimensi paling besar.

“Pada rumah korban terdampak atas nama Nuril Hisam, atap yang ambruk memiliki ukuran 12 x 7 meter. Akibatnya, area dapur dan kamar tidur tertutup material reruntuhan sehingga tidak dapat digunakan untuk sementara,” jelas Suwoko.

Berita Terkait :  Cagub Risma Janji Selesaikan Banjir Tahunan di Kota Pasuruan

Di kecamatan yang sama, kencangnya angin merusakkan rumah warga an Markumi yang berada di Dusun Krajan, Desa Giripurno. Atap rumah Markumi yang ambruk mencakup area dapur, ruang keluarga, dan kamar tidur dengan dimensi 9 x 6 meter. Hal ini memaksa penghuni rumah mengungsi sementara karena rumah tersebut sudah tidak layak huni.

Sebagai langkah penanganan darurat, pada hari H kejadian, Sabtu (24/1), BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik dan terpal untuk menutupi bagian atap yang ambruk.

Mereka juga melakukan perempesan pohon di jalur-jalur rawan agar tidak ada lagi pohon tumbang yang mengancam pengguna jalan saat angin kencang kembali menerjang.

Dan saat ini ditindaklanjuti BPBD bersama Disperkim dengan melakukan A2R2 agar rehabilitas dan rekonstruksi terhadap rumah korban terdampak bisa segera dilakukan.

Diketahui, warga terdampak angin kencang di akhir pekan juga ada di Kecamatan Batu maupun Kecamatan Bumiaji. Di kecamatan Batu, rumah warga yang rusak di antaranya adalah milik Anwar Muhammadin yang berada di Desa Oro Oro Ombo.

Sementara di Kecamatan Junrejo, dua buah rumah juga mengalami kerusakan akibat angin kencang. Dua rumah tersebut masing- masing milik Sukemi dan Yeni yang tertimpa pohon yang tumbang diterpa angin kencang. (nas.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru