30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kementerian Lingkungan Hidup Dampingi DLH Situbondo Pengaturan Pengelolaan Sampah


Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menerima kunjungan Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Agus Rusly di Pendapa Rakyat Situbondo, Sabtu petang (6/9).

Agus Rusly mengatakan, pertemuannya dengan Bupati Mas Rio untuk mendampingi pengelolaan sampah di Kabupaten Situbondo agar berdampak ekonomi.

“Karena sampah saat ini sudah menjadi urusan yang cukup besar di berbagai daerah lain, termasuk Kabupaten Situbondo. Sehingga diperlukan langkah kongkrit dalam penyelesaian masalah sampah ini,” tutur Agus Rusly.

Untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Situbondo, lanjut Agus Rusly, saat ini dioperasikan secara control lendfill. Sehingga, tidak dapat sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup

“Kami akan tetap mendorong agar Kabupaten Situbondo bisa menyelesaikan permasalahannya dan melakukan pemilahan dari rumah. Jadi, sebelum sampah tersebut sampai di TPA, maka sampahnya harus dipilah dulu dari masing-masing rumah masyarakat. Sampah organik dan sampah an-organik,” tegas Agus Rusly.

Sampah an-organik, katanya, bisa dioleh menjadi bahan bakar misal reuse dry fuel (RDF). Sedangkan untuk sampah organik bisa dikelola kompos, biogas dan Black Soldier Fly (BSF).

“Sehingga pemilahan sampah dari rumah sangat penting. Artinya yang masuk ke TPA hanya residu-nya saja. Jika pengelolaan sampahnya tidak ada pemilahan dari rumah-rumah, maka tahun 2028 seluruh TPA di Indonesia akan penuh semua,” tutur Agus Rusly.

Berita Terkait :  Direktur Perumda PDAM Trunojoyo Target Menambah Debit Sumber Air

Saat ini, lanjut Agus Rusly, produksi sampah di Kabupaten Situbondo mencapai 150 ton setiap hari.

“Bapak bupati mempunyai keinginan yang kuat mengurangi sampah plastik di Kabupaten Situbondo menjadi energi terbarukan dan mempunyai nilai ekonomi,” urai Agus.

Menurut Agus, untuk mendorong pengelolaan sampah plastik menjadi energi terbarukan tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, masyarakat sudah terbiasa membuang sampah sembarangan.

“Oleh karena itu, perlu kolaborasi dari seluruh elemen. Karena kesadaran budaya membuang sampah pada tempatnya di Indonesia masih minim,” ungkap Agus Rusly.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo, Achmad Yulianto menyampaikan, pada tahun ini Pemkab Situbondo menggerakkan aksi bersih-bersih sampah.

“Kita akan terus berupaya melakukan pengurangan sampah dan memilah sampah an organik serta organik. Selain itu, kita juga akan memperbaiki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, saya mohon dukungan dan bimbingan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” papar mantan Inspektur Pemkab Situbondo itu.

Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengungkapkan, pihaknya mendukung langkah KLH dalam menggencarkan pengelolaan sampah plastik menjadi energi terbarukan yang mempunyai nilai ekonomi. “Kami siap mendukung,” pungkas Mas Rio, sapaan akrabnya. [awi.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru