Pasuruan, Bhirawa – Kejuaraan Pasuruan Super League (PSL) Bupati Cup 2026 akhirnya menelurkan sang juara baru. Kejayan FC yang sejak awal tak diunggulkan justru berhasil mengukir sejarah usai membekuk Kraton FC dengan skor tipis 1-0 pada laga puncak di Lapangan Plumbon, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/9) sore.
Gol tunggal penentu kemenangan dicetak oleh Arik (nomor punggung 18) pada menit ke-55. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti, tendangan terarah Arik gagal dijangkau kiper Kraton FC dan mengubah kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan Kejayan FC mengangkat trofi juara PSL 2026 disambut antusias ribuan pasang mata di stadion. Namun, dinamika pascapertandingan tak luput dari perhatian Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.
Mas Rusdi sapaan akrabnya memberikan catatan khusus terkait pentingnya edukasi serta kedisiplinan para supporter saat memberikan dukungan. “Alhamdulillah, antusiasme warga Kabupaten Pasuruan untuk sepak bola ini luar biasa. Tidak hanya pemain, penontonnya juga luar biasa,” tegas Mas Rusdi usai menyaksikan laga final.
Menanggapi adanya letupan dan gesekan antarsupporter usai laga, Mas Rusdi menilai hal tersebut sebagai letupan fanatisme yang tinggal diarahkan. Menurutnya, edukasi bertahap perlu terus diberikan agar atmosfer pertandingan tetap nyaman bagi para atlet di lapangan.
“Dan memang harus kita pahamkan bersama agar bisa lebih tertib. Supaya pemain juga enjoy dan fokus selama bertanding. Ini fanatisme yang hanya perlu kita arahkan. Yang terpenting, misi utama kami menjaring atlet muda berbakat bisa berhasil,” jelas Mas Rusdi.
Ia menambahkan, PSL 2026 dirancang bukan sekadar kompetisi antar-kecamatan. Turnamen ini menjadi kawah candradimuka untuk menyaring bibit-bibit muda potensial di Kabupaten Pasuruan.
Talenta-talenta teratas nantinya diproyeksikan mengisi skuad daerah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga memperkuat klub kebanggaan warga Pasuruan, seperti Persekabpas dan Pasuruan United.
“Secara kualitas pertandingan, baik Kraton FC maupun Kejayan FC sama-sama luar biasa. Mereka mampu menumbangkan tim-tim unggulan hingga menembus partai puncak. Ini pencapaian yang patut diacungi jempol,” papar Mas Rusdi.
Diketahui, laga final yang mempertemukan Kejayan FC dan Kraton FC berlangsung sengit sejak awal babak pertama. Kedua tim menerapkan garis pertahanan ketat dan memperagakan jual-beli serangan, hingga skor imbang 0-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Kejayan FC baru mampu memecah kebuntuan pada babak kedua, tepatnya di menit ke-55. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Kraton FC, Arik yang mengenakan nomor punggung 18 menyambar bola liar dan menggetarkan jala lawan.
Kraton FC sempat melancarkan gelombang serangan balasan di sisa waktu pertandingan, namun solidnya pertahanan dan ketangguhan kiper Kejayan FC mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan. [hil.wwn]


