30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kasus Super Flu Belum Ditemukan di Kabupaten Kediri, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada

Kab Kediri, Bhirawa
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memastikan hingga kini belum ada temuan kasus Super Flu di wilayahnya, meski Kementerian Kesehatan RI melaporkan varian influenza A(H3N2) telah masuk ke Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan hingga saat ini kondisi di Kabupaten Kediri masih terkendali. Bahkan, tren kasus influenza dalam beberapa minggu terakhir justru menunjukkan penurunan.

“Super Flu sebenarnya sama seperti kasus flu lainnya, hanya jenis virusnya yang berbeda. Sementara kami pantau di Kediri tidak ada penambahan kasus dan justru kasus flu menurun akhir-akhir ini,” ujar dr. Bambang, Selasa (6/1).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur. Meski demikian, belum ada laporan kasus Super Flu di Kabupaten Kediri.

Meski gejalanya menyerupai flu biasa, dr. Bambang menjelaskan bahwa Super Flu cenderung menimbulkan keluhan yang lebih berat. Gejala yang dapat muncul antara lain demam tinggi hingga 39-40 derajat Celsius, kelelahan ekstrem, batuk kering berkepanjangan, serta sakit kepala hebat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan etika batuk, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menggunakan masker, terutama saat sedang sakit atau berada di tempat umum. Warga juga disarankan menghindari kerumunan guna menekan risiko penularan. “Penerapan etika batuk dan PHBS sangat efektif untuk mencegah penularan influenza,” imbaunya.

Berita Terkait :  Penerimaan Mahasiswa Jalur Prestasi Universitas Brawijaya Segera Dimulai

Ia juga mengingatkan bahwa Super Flu berpotensi berbahaya jika menyerang kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid). “Super Flu ini berbahaya bila menyerang komorbid dan lansia,” tegasnya.

Terkait perbandingan dengan Covid-19, dr. Bambang menegaskan bahwa meski memiliki kesamaan dalam hal penularan yang cepat, Super Flu disebabkan oleh virus dan varian yang berbeda. “Penyebarannya memang cepat, tetapi virusnya berbeda dengan Covid-19,” terangnya.

Dengan kondisi yang masih terkendali, Dinkes Kabupaten Kediri meminta masyarakat tetap tenang namun tidak lengah, serta aktif menjaga kesehatan sebagai langkah pencegahan.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru